PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Pelantikan Sutrisno sebagai Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Sumatera Selatan menjadi momentum penting dalam memperkuat layanan keagamaan sekaligus menjaga kerukunan antarumat beragama.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Jumat (27/2/2026).
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.
Dalam sambutannya, Syafitri Irwan menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan mendalam kepada pejabat yang baru dilantik.
Amanah Besar Melayani Umat dan Negara
Dalam arahannya, Syafitri Irwan menegaskan bahwa jabatan Pembimas Katolik bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan spiritual.
Ia menyatakan keyakinannya terhadap kapabilitas dan integritas Sutrisno dalam menjalankan tugas barunya.
“Saya percaya Saudara mampu menjalankan tugas ini dengan baik. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk melayani umat dan negara dengan dedikasi penuh,” ujar Syafitri dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran Pembimas Katolik memiliki dimensi strategis, tidak hanya dalam pembinaan internal umat Katolik, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Selatan.
Peran Strategis Pembimas Katolik di Sumsel
Sebagai provinsi yang dikenal dengan keberagaman suku, budaya, dan agama, Sumatera Selatan membutuhkan figur-figur pemersatu di setiap lini pelayanan publik, termasuk di lingkungan Kementerian Agama.
Oleh karena itu, Pelantikan Sutrisno Pembimas Katolik Sumsel diharapkan membawa energi baru dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan.
Syafitri menekankan pentingnya peran Pembimas Katolik dalam merajut harmonisasi, baik di internal umat Katolik maupun dalam hubungan lintas agama.
Ia mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik mampu berdiri di tengah dan menjadi jembatan yang mempersatukan berbagai elemen masyarakat.
“Sebagai pejabat Kementerian Agama, Saudara harus mampu mengharmonisasi kehidupan beragama. Jadilah sosok yang moderat; jangan condong ke kiri dan jangan condong ke kanan. Tetaplah berada di jalur tengah demi menjaga kondusivitas dan kerukunan umat di Sumatera Selatan,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan program penguatan moderasi beragama yang selama ini menjadi prioritas Kementerian Agama RI dalam menjaga persatuan bangsa.
Momentum Penguatan Moderasi Beragama
Pelantikan ini bukan hanya seremoni administratif, melainkan momentum penguatan komitmen terhadap moderasi beragama.





