Gebrakan Banyuasin! Infrastruktur Pascapanen Modern Siap Tekan Harga Pangan dan Dongkrak Ekspor

by
by
Penandatanganan hibah infrastruktur pascapanen oleh Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, bersama Perum Bulog di Hotel Aryaduta Palembang, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga hasil pertanian, 9 April 2026.
Penandatanganan hibah infrastruktur pascapanen oleh Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, bersama Perum Bulog di Hotel Aryaduta Palembang, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga hasil pertanian, 9 April 2026.

BANYUASIN, BAYANAKA.CO – Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., secara resmi menandatangani dokumen hibah untuk penyediaan infrastruktur pascapanen dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang pada 9 April 2026.

Penandatanganan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Perum Bulog sebagai bentuk percepatan pembangunan infrastruktur pascapanen di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut mencakup pembangunan unit pengolahan modern hingga fasilitas pengeringan yang terintegrasi, guna meningkatkan kualitas hasil panen dan efisiensi distribusi pangan.

BACA JUGA:  Waspada! Modus Paket COD Tak Dipesan Mulai Incar Warga Musi Banyuasin

Dalam sambutannya, Netta Indian menyampaikan apresiasi kepada Bulog atas komitmen dalam mendukung sektor pertanian di Banyuasin.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Banyuasin sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang strategis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Bulog yang akan mendirikan pabrik lengkap dengan dryer, silo, dan mesin penggilingan. Fasilitas ini direncanakan mulai beroperasi pada Desember mendatang,” ujar Netta Indian.

Pembangunan infrastruktur pascapanen ini dinilai sangat penting dalam menjawab berbagai tantangan sektor pertanian, terutama dalam mengurangi kehilangan hasil panen dan menjaga kualitas produk.

BACA JUGA:  Siswi SMP Asal OKI Sempat Dilaporkan Hilang, Ditemukan Selamat di Lampung

Dengan adanya fasilitas modern, petani dapat memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi dari hasil produksi mereka.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk memastikan ketersediaan stok pangan nasional tetap aman.

Menurutnya, saat ini stok pangan nasional berada dalam kondisi yang cukup stabil, dengan ketersediaan lebih dari 41 juta ton beras serta ratusan ton jagung.

Infrastruktur pascapanen yang modern akan semakin memperkuat sistem logistik pangan nasional, sehingga distribusi dapat berjalan lebih efisien dan merata.

BACA JUGA:  Diresmikan Bupati Banyuasin, Masjid Jamiul Khoirot Jadi Pusat Ibadah Baru Warga Rantau Bayur

Lebih lanjut, Sudarsono juga menekankan bahwa Banyuasin memiliki potensi besar tidak hanya sebagai pemasok kebutuhan pangan domestik, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menembus pasar internasional.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Banyuasin diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi hingga ke pasar global.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin sendiri menyambut baik langkah strategis ini. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bulog menjadi bukti nyata sinergi dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *