PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Kapolda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan strategis dengan insan pers saat menggelar buka puasa bersama awak media se-Sumatera Selatan di Mapolda Sumsel, Jumat (27/2/2026) pukul 18.00 WIB.
Momentum Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi komunikasi publik antara kepolisian dan media dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri langsung Kapolda Sumsel didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., serta seluruh Pejabat Utama Polda Sumsel.
Ratusan jurnalis dari media cetak, online, televisi, hingga radio turut hadir memenuhi undangan tersebut.
Komitmen Keterbukaan dan Kolaborasi
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam sistem demokrasi serta stabilitas sosial.
Menurutnya, keberhasilan tugas kepolisian tidak dapat dipisahkan dari peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat luas.
“Sebagai pejabat baru di Polda Sumatera Selatan, saya memiliki keinginan besar untuk membangun komunikasi yang hangat dan terbuka dengan seluruh insan pers,” ujar Kapolda di hadapan para jurnalis.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemitraan antara Kapolda Sumatera Selatan dan media bukan sekadar hubungan formal, melainkan kolaborasi strategis yang berorientasi pada kepentingan publik.
Transparansi informasi menjadi kunci utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Peran Media dalam Menjaga Stabilitas Nasional
Kapolda juga memberikan apresiasi atas kontribusi media dalam menyampaikan berbagai capaian serta dinamika kinerja Polda Sumsel hingga menjangkau ruang publik nasional.
Menurutnya, pemberitaan yang profesional membantu membentuk opini publik yang sehat dan konstruktif.
“Berbagai capaian dan dinamika Polda Sumatera Selatan dapat tersampaikan luas hingga tingkat nasional, tentu tidak terlepas dari peran serta rekan-rekan media,” katanya.
Ia menambahkan, di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat.
Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian dan media menjadi faktor penting dalam menangkal hoaks, disinformasi, serta isu-isu provokatif yang berpotensi mengganggu kondusivitas daerah.
Dengan komunikasi publik yang efektif, stabilitas keamanan daerah dapat terjaga.
Stabilitas tersebut pada akhirnya akan berkontribusi terhadap stabilitas nasional, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan ekonomi di tahun 2026.





