PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan (Kakanwil Kemenag Sumsel), Syafitri Irwan, resmi melantik 25 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) serta tiga pemangku Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) pada Senin (09/03/2026).
Prosesi pelantikan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan pusat kegiatan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sumsel dan diikuti secara daring oleh pejabat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi penguatan pelayanan keagamaan di daerah.
Selain para pejabat yang dilantik, acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.
Turut hadir secara langsung Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel Taufiq, para Kepala Bidang, para Pembimbing Masyarakat (Pembimas), serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang.
Hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan bersama jajaran pengurus.
Tekankan Pentingnya Integritas Pejabat
Dalam arahannya kepada para pejabat yang baru dilantik, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan institusi maupun diri sendiri.
Menurutnya, pelantikan ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kinerja dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kuncinya adalah jangan melakukan hal-hal yang merugikan. Ini berlaku bagi seluruh pejabat yang dilantik dan dikukuhkan hari ini, baik yang hadir langsung di Kanwil maupun yang mengikuti dari daerah masing-masing,” tegas Syafitri dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah, khususnya Kementerian Agama yang memiliki peran strategis dalam pelayanan keagamaan.
Pelantikan Hybrid Pertimbangkan Bulan Ramadan
Pelantikan pejabat kali ini memiliki keunikan tersendiri karena dilaksanakan secara hybrid, yaitu kombinasi antara tatap muka dan daring.
Syafitri Irwan menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan efisiensi, terutama karena pelantikan berlangsung di bulan suci Ramadan.
Ia mengaku membayangkan kondisi para pejabat dari daerah yang harus menempuh perjalanan jauh menuju Palembang dalam keadaan berpuasa.





