MUSIRAWAS, BAYANAKA.CO – Warga Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, digemparkan oleh penemuan dua makam dalam kondisi tergali pada Minggu, 7 Desember 2025 pagi.
Kejadian janggal tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga makam yang sedang melakukan pengecekan rutin di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa G1 Mataram.
Tanah pada bagian kepala salah satu makam terlihat bergeser dan menunjukkan bekas galian sedalam sekitar 50 sentimeter. Tidak ada bagian yang hilang, baik dari makam maupun jenazah.
Namun, bentuk galian yang terfokus pada bagian kepala membuat warga curiga bahwa kejadian tersebut bukan sekadar ulah tangan iseng, melainkan tindakan yang memiliki motif tertentu.
Dua Makam Dibongkar, Satu Berusia 47 Hari
Kepala Desa G1 Mataram, Hendri, membenarkan bahwa tidak hanya satu, tetapi dua makam ditemukan dalam kondisi digali oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Satu makam merupakan makam baru berusia 47 hari, sementara satu lainnya adalah makam lama.
“Lubangnya itu sekitar 1,5 meter, tapi tidak ada yang diambil. Baik barang, kain kafan, ataupun tulangnya,” jelas Hendri.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah warga menduga aksi tersebut berkaitan dengan praktik pesugihan atau ritual ilmu hitam. Namun, hal itu belum dapat dipastikan.
Kapolsek Tugumulyo: Galian Tidak Selesai, Diduga Menggunakan Tangan
Kapolsek Tugumulyo, AKP Rusdan, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan di lokasi. Ia menegaskan bahwa pembongkaran makam tersebut tidak dilakukan sepenuhnya.
“Makam dibongkar itu tidak tuntas, paling sekitar 50 cm. Hanya bagian kepala saja,” ujarnya.
Yang lebih mengejutkan lagi, pelaku diduga menggali makam menggunakan tangan kosong.
“Katanya, gali itu tidak boleh pakai alat, harus pakai tangan. Mungkin karena itu jadi tidak tuntas,” ungkapnya.
Informasi tersebut menguatkan dugaan bahwa aksi ini mungkin berkaitan dengan praktik tertentu, mengingat beberapa ritual mistis memang memiliki aturan khusus, seperti larangan menggunakan alat logam.
Tidak Sesuai Pola Kasus Pembongkaran Makam Umumnya
Menurut AKP Rusdan, pembongkaran makam sering diasosiasikan dengan pencarian benda bertuah, pesugihan, atau ritual tertentu yang biasanya menyasar makam bayi, orang yang meninggal karena hal tidak wajar, atau makam perempuan yang masih gadis.
“Biasanya yang dibongkar untuk itu kan makam gadis atau bujang. Terus orang mati berdarah atau melahirkan. Terus bayi mati. Ini tidak, orangnya laki-laki sudah tua,” tegasnya.
Hal ini membuat kasus di Tugumulyo semakin misterius, karena tidak ada pola khusus yang mengarah pada tujuan pelaku.
Ditemukan oleh Penjaga Makam Pagi Hari
Aksi pembongkaran tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga makam pada Minggu pagi. Saat sedang memeriksa area pemakaman, ia melihat satu titik tanah tampak terganggu.
“Gak tahu pelaku siapa. Kejadiannya baru tahu pas yang jaga makam ngecek tadi pagi,” ujarnya.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa galian dilakukan tepat di bagian nisan kayu dan tidak ada kerusakan pada nisan maupun tanda-tanda pengambilan isi makam.






