Dalam hal kerukunan, Kemenag mengimplementasikan program Desa Sadar Kerukunan yang membawa nilai toleransi dari tataran wacana ke praktik nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita membuktikan bahwa Kemenag Berdampak bukan sekadar jargon. Ini adalah kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan umat. Setiap kebijakan Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan hanya urusan administratif dan birokrasi,” tegasnya.
ASN yang Lincah dan Responsif
Menutup sambutannya, Kakanwil mengajak seluruh ASN Kemenag Sumsel untuk bertransformasi menjadi pribadi yang agile, adaptif terhadap teknologi, namun tetap menjunjung tinggi integritas dan empati dalam melayani umat.
“Mari kita satukan tekad. Dengan penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.
Rangkaian upacara HAB ke-80 ditutup dengan penyerahan berbagai penghargaan, antara lain Satyalencana Karya Satya kepada 84 ASN atas loyalitas dan dedikasi, penghargaan bagi para pensiunan pegawai, serta apresiasi kepada pegawai berprestasi di tingkat nasional dan internasional sepanjang tahun 2025.
Upacara ini turut dihadiri Kabag Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Kemenag Sumsel, Kakankemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta pengurus, para pejabat Kanwil dan Kemenag Kota Palembang, Kepala Madrasah Negeri dan Kepala KUA se-Kota Palembang, serta seluruh ASN Kemenag Sumsel.





