PALI, BAYANAKA.CO – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah SH MH, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Kamis (26/3/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 berjalan optimal.
Fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah pelaksanaan SPMB PALI 2026 yang diharapkan mampu berjalan secara transparan, adil, dan memberikan akses yang merata bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten PALI.
Selain itu, Firdaus juga menyoroti kondisi infrastruktur sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.

Pentingnya Transparansi dalam SPMB 2026
Dalam pertemuan tersebut, Firdaus Hasbullah menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh calon peserta didik.
Ia menekankan bahwa jalur penerimaan seperti zonasi atau domisili, afirmasi, prestasi, hingga mutasi harus berjalan sesuai aturan tanpa adanya diskriminasi.
“Kami mendorong agar pelaksanaan SPMB tahun ini benar-benar mengedepankan asas transparansi dan keadilan, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait penerimaan siswa baru,” ujarnya.
Menurutnya, permasalahan dalam proses penerimaan siswa baru kerap menjadi keluhan masyarakat setiap tahun.

Oleh karena itu, evaluasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan menjadi langkah penting untuk meminimalisir kendala yang berpotensi menghambat akses pendidikan.
Infrastruktur SMA/SMK di PALI Masih Terbatas
Selain membahas SPMB PALI 2026, Firdaus juga menyoroti kondisi infrastruktur SMA dan SMK di wilayah Kabupaten PALI.
Ia menyebutkan bahwa masih banyak sekolah yang menghadapi keterbatasan fasilitas, mulai dari kekurangan ruang kelas hingga kondisi bangunan yang membutuhkan rehabilitasi.
“Untuk SMA/SMK sederajat di PALI, kami melihat infrastruktur yang masih sangat terbatas, mulai dari kekurangan ruang kelas hingga fasilitas belajar yang belum memadai,” tambahnya.








