Kondisi ini dinilai dapat mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar serta kenyamanan siswa dalam menempuh pendidikan.

Oleh sebab itu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat dibutuhkan guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Sekolah Tanpa Pagar hingga Fasilitas Praktik Minim
Firdaus juga mengungkapkan kondisi beberapa sekolah di wilayah Tanah Abang yang belum memiliki pagar.
Hal ini menyebabkan lingkungan sekolah kurang kondusif karena hewan ternak dapat masuk dengan bebas ke area sekolah.
Selain itu, sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten PALI masih memerlukan dukungan fasilitas praktik yang memadai.
Padahal, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting untuk menunjang kompetensi siswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Keterbatasan ini menjadi tantangan tersendiri dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap bersaing di masa depan.
Harapan Peningkatan Kualitas Pendidikan di PALI
Melalui kunjungan kerja ini, Firdaus Hasbullah berharap adanya tindak lanjut konkret dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan terhadap berbagai permasalahan yang disampaikan.
Ia menilai koordinasi antara DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami berharap langkah ini mampu menjawab berbagai persoalan kualitas pendidikan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya di PALI,” pungkasnya.
Upaya ini diharapkan tidak hanya memperbaiki sistem penerimaan siswa baru melalui SPMB PALI 2026, tetapi juga mampu menghadirkan pemerataan pendidikan yang lebih baik di seluruh wilayah Kabupaten PALI.
Dengan infrastruktur yang memadai dan sistem penerimaan yang transparan, akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.








