PALI, BAYANAKA.CO – Menjelang tahun 2026 yang hanya tinggal beberapa minggu lagi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menyusun program prioritas daerah.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja (kunker) ke berbagai wilayah yang dinilai berhasil menerapkan program-program inovatif, khususnya dalam sektor komunikasi dan teknologi informasi.
Kali ini, Komisi II DPRD Kabupaten PALI melakukan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Rombongan terdiri dari Wakil Ketua Komisi II Rio Malan SE dari Partai Gerindra, H Amran SH dari Partai Bulan Bintang, Sarnubi ST dari PKS, Muhammad Budi Hoiru SHi dari Partai Demokrat, Ragil Saputra SH dari PDI Perjuangan, serta H Darmadi Suhaimi SH dari Partai Golkar.
Perwakilan Komisi II DPRD Kabupaten PALI, Muhammad Budi Hoiru SHi, menjelaskan bahwa kunjungan ini memiliki fokus utama pada pencarian referensi terkait program penguatan jaringan komunikasi dan penanganan daerah blank spot.
Menurutnya, Kabupaten Batanghari dianggap sebagai salah satu daerah yang mampu mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan minimnya jaringan provider di beberapa wilayahnya.

“Kami sengaja mendatangi Diskominfo Kabupaten Batanghari karena daerah ini kami nilai memiliki program nyata dalam mengatasi permasalahan jaringan provider,” ujar Budi Hoiru. Ia menegaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Batanghari memiliki kemiripan dengan Kabupaten PALI, sehingga solusi yang diterapkan berpotensi bisa diadaptasi secara efektif.
Menurut Budi, kunjungan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Komisi II DPRD Kabupaten PALI juga sempat berkunjung ke Kota Bogor untuk mempelajari langkah menghadapi blank spot.
Namun, setelah dikaji, kondisi geografis Bogor yang cenderung berbeda jauh dari PALI membuat program yang diterapkan di sana sulit untuk diadopsi secara optimal.
“Program di Bogor memang bagus, tetapi letak geografisnya tidak sebanding dengan daerah kita. Karena itu, kami mencari daerah yang karakter wilayahnya menyerupai PALI agar solusi yang dirumuskan bisa sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.
Dalam kunjungan ke Batanghari, Komisi II DPRD PALI mengumpulkan cukup banyak data dan informasi teknis mengenai pola kerja sama dengan provider, identifikasi titik blank spot, pemanfaatan anggaran, hingga kolaborasi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang diterapkan Diskominfo setempat.






