SEKAYU, BAYANAKA.CO – Proyek perbaikan jalan di jalur lintas tengah (Jalinteng) ruas Sekayu-Betung menuai protes keras dari para pengguna jalan.
Pasalnya, metode tambal sulam yang membiarkan lubang hasil pengerukan menganga tanpa pengaspalan dinilai sangat membahayakan nyawa pengendara.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan telah dikeruk dengan lebar mencapai 3 meter.
Namun, lubang-lubang tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada rambu peringatan atau pembatas jalan yang memadai.
Kondisi ini membuat para pengendara, terutama roda dua, sering terperosok dan nyaris mengalami kecelakaan fatal.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Edi Setiawan, menceritakan pengalamannya yang hampir celaka saat melintasi jalur tersebut pada Minggu (28/12/2025).
Menurutnya, niat baik pemerintah memperbaiki jalan justru berubah menjadi ancaman karena pengerjaannya yang setengah-setengah.
”Kita tentu apresiasi adanya perbaikan, tapi kalau sudah dikeruk ya segera ditutup aspal. Jangan dibiarkan bolong begitu tanpa ada tanda peringatan sama sekali. Saya hampir saja terjatuh tadi,” keluh Edi.
Ia juga menyayangkan kurangnya koordinasi dan empati dari pihak kontraktor terhadap situasi di lapangan.
Mengingat saat ini merupakan puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), volume kendaraan yang melintas sedang tinggi-tingginya.
”Pihak pelaksana proyek seharusnya peka. Ini musim liburan, arus lalu lintas sedang padat. Kalau dibiarkan berhari-hari tanpa kepastian kapan diaspal, ini sama saja memasang jebakan buat kami,” tegasnya.
Masyarakat berharap pihak terkait segera menuntaskan proses pengaspalan sebelum jatuh korban jiwa, mengingat Jalinteng merupakan urat nadi transportasi utama yang menghubungkan antar-kabupaten.(*)





