Sering Makan Nasi Selagi Panas? Hati-Hati, Penyakit Mematikan Ini Bisa Mengintai

by
Nasi panas dan penyakit berbahaya
Nasi panas dan penyakit berbahaya

BAYANAKA.CO – Kebiasaan makan nasi selagi panas masih banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Selain dianggap lebih nikmat, nasi panas juga sering dikaitkan dengan tradisi makan “selagi hangat”.

Namun siapa sangka, kebiasaan sederhana ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Sejumlah penelitian dan pendapat ahli kesehatan menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan yang terlalu panas, termasuk nasi, dapat meningkatkan risiko gangguan serius pada saluran pencernaan, khususnya kerongkongan.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker esofagus atau kanker kerongkongan.

BACA JUGA:  5 Makanan Malam Pemicu Gula Darah Tinggi, Nomor 3 Sering Dianggap Aman

Panas Berlebih Bisa Melukai Kerongkongan

Saat nasi baru matang, suhunya bisa mencapai lebih dari 65 derajat Celsius. Suhu setinggi ini berpotensi melukai jaringan sensitif di mulut dan kerongkongan. Luka berulang yang terjadi akibat panas berlebih dapat menyebabkan peradangan kronis.

Menurut para ahli, peradangan yang terjadi secara terus-menerus bisa memicu perubahan sel abnormal pada lapisan kerongkongan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker, terutama jika dibarengi dengan faktor risiko lain seperti merokok atau konsumsi alkohol.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga pernah mengingatkan bahwa mengonsumsi minuman atau makanan bersuhu sangat panas merupakan salah satu faktor risiko kanker esofagus.

BACA JUGA:  Gerak 335, Inisiatif BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Sehat

Tidak Hanya Kanker, Ini Dampak Lainnya

Selain meningkatkan risiko kanker kerongkongan, makan nasi selagi panas juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain, seperti:

  • Iritasi mulut dan lidah, yang bisa memicu sariawan
  • Gangguan pencernaan, karena lambung dipaksa bekerja menerima suhu ekstrem
  • Penurunan sensitivitas lidah, akibat paparan panas berulang
  • Peradangan tenggorokan, yang ditandai rasa nyeri atau panas saat menelan

Dampak-dampak tersebut sering kali dianggap sepele karena tidak langsung terasa parah. Padahal, efek jangka panjangnya bisa berbahaya jika kebiasaan ini terus dilakukan.

BACA JUGA:  Waspada Stroke Sejak Dini, Kenali 5 Ciri Awal Penyakit Stroke

Kebiasaan yang Sulit Ditinggalkan

Bagi sebagian orang, menunggu nasi hingga dingin dianggap mengurangi kenikmatan makan. Aroma nasi panas yang mengepul sering kali menggugah selera, sehingga keinginan untuk segera menyantapnya sulit ditahan.

Namun, ahli gizi menyarankan agar makanan, termasuk nasi, didiamkan selama beberapa menit setelah matang.

Suhu yang lebih aman untuk dikonsumsi adalah di bawah 60 derajat Celsius, di mana risiko cedera pada jaringan tubuh jauh lebih kecil.

Tips Aman Mengonsumsi Nasi

BACA JUGA:  ASTON Palembang Hadirkan “New Year Cosplay Party 2026”, Perayaan Tahun Baru Penuh Kreativitas dan Hadiah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *