Gerak 335, Inisiatif BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Sehat

by
Gerak 335, Inisiatif BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Sehat.
Gerak 335, Inisiatif BPJS Kesehatan Dorong Gaya Hidup Sehat. Foto: dokumen/bayanaka.co

JAKARTA, BAYANAKA.CO – BPJS Kesehatan terus memperkuat upaya promotif dalam penyelenggaraan Program JKN melalui inisiatif Gerak 335.

Gerakan ini mendorong masyarakat untuk aktif bergerak secara sederhana dan konsisten sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular yang berpotensi menimbulkan pembiayaan katastropik.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan bahwa Gerak 335 merupakan bagian dari strategi BPJS Kesehatan dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui kebiasaan olahraga sederhana, Jumat (19/12/2025).

“Gerak 335 hadir untuk menunjukkan bahwa hidup sehat tidak harus mahal atau rumit. Dengan gerak ringan yang dilakukan secara rutin, masyarakat dapat menurunkan risiko penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang, serta meningkatkan harapan hidup masyarakat,” ujar Rizzky.

BACA JUGA:  Kapolda Sumsel dan Pangdam Sriwijaya Bahas Keamanan, Ini Pesan Pentingnya

Rizzky menjelaskan bahwa Gerak 335 merupakan pola aktivitas fisik yang terdiri dari jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat selama tiga menit, dan diulang sebanyak lima kali hingga mencapai total 30 menit.

Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, baik di rumah, lingkungan kerja, maupun ruang publik lainnya, tanpa memerlukan alat khusus.

“Sepanjang tahun 2024, BPJS Kesehatan telah mengucurkan dana sebesar Rp37,28 triliun untuk menjamin pelayanan kesehatan penyakit berbiaya katastropik dengan total jumlah kasus mencapai 33,04 juta. Penyakit katastropik tersebut antara lain penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, hemofilia, thalasemia, leukimia, dan sirosis hati,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar penyakit berkaitan erat dengan gaya hidup dan dapat ditekan risikonya melalui upaya pencegahan, salah satunya dengan rutin beraktivitas fisik.

BACA JUGA:  Kunjungan Komisi I DPR RI ke Kodam Sriwijaya: Bahas Ancaman Maritim dan Kesiapan TNI di Sumatera

Penyakit tidak menular sering kali berkembang secara perlahan tanpa gejala awal yang jelas, namun berdampak besar terhadap kualitas hidup peserta dan pembiayaan kesehatan.

“Gerakan ini kami kembangkan dengan inspirasi latihan interval dari Jepang dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Polanya sederhana, fleksibel, dan dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia,” tambah Rizzky.

Upaya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik perlu berjalan beriringan dengan perlindungan jaminan kesehatan. Rizzky mengingatkan bahwa kondisi kesehatan tidak selalu dapat diprediksi, sehingga kepesertaan Program JKN yang aktif tetap menjadi bagian penting dalam perlindungan dasar masyarakat.

“Dengan rutin bergerak dan memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan aktif, masyarakat dapat menjalani hidup dengan lebih tenang. Apabila membutuhkan layanan di fasilitas kesehatan, tidak perlu khawatir karena status kepesertaan JKN-nya aktif,” kata Rizzky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *