Peredaran Narkoba Masih Masif, Jajaran Polda Sumsel Ungkap 116 Kasus Sepanjang April 2026

by
Peredaran Narkoba Masih Masif, Jajaran Polda Sumsel Ungkap 116 Kasus Narkoba Sepanjang April 2026
Peredaran Narkoba Masih Masif, Jajaran Polda Sumsel Ungkap 116 Kasus Narkoba Sepanjang April 2026

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Ditres Narkoba Polda Sumsel mencatat capaian strategis dalam pemberantasan narkotika selama 18 hari pertama April 2026.

Dalam periode 1 hingga 18 April, jajaran berhasil mengungkap 116 kasus dengan total 163 tersangka yang diamankan dari 18 satuan wilayah.

Capaian ini tidak hanya mencerminkan intensitas operasi, tetapi juga mengungkap peta peredaran narkotika yang masih aktif dan tersebar luas di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Data ini menjadi indikator bahwa kejahatan narkotika telah berkembang secara sistematis, lintas wilayah, dan membutuhkan penanganan yang terstruktur serta berkelanjutan.

BACA JUGA:  Perkuat Harkamtibmas di Era Prabowo–Gibran, Polda Sumsel dan PJS Sumsel Sepakat Bersinergi!

Secara kuantitatif, barang bukti yang berhasil disita mencapai skala signifikan, yakni sabu seberat 7.236,9 gram, ganja 1.727,42 gram, ekstasi sebanyak 879 butir, serta etomidate sebanyak 20 pcs. Dari total 163 tersangka, sebanyak 156 merupakan laki-laki dan 7 perempuan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, menegaskan bahwa angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata dari ancaman narkotika yang masih terus bergerak di tengah masyarakat.

“Lebih dari tujuh kilogram sabu yang berhasil kami sita dalam waktu delapan belas hari menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih masif. Ini adalah peringatan bahwa jaringan masih aktif, dan kami tidak akan berhenti melakukan penindakan secara menyeluruh,” tegas Kombes Pol Yulian.

Pengungkapan terbesar dalam periode ini terjadi di beberapa wilayah strategis. Di antaranya penangkapan di Talang Kelapa dengan barang bukti lebih dari satu kilogram sabu, serta pengungkapan di wilayah Ogan Ilir dengan penyitaan lebih dari empat kilogram sabu dalam satu operasi.

BACA JUGA:  Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz di Kampung Apom Kiwirok, Pererat Kedekatan dengan Warga

Sementara itu, Polres Lubuk Linggau turut mencatat pengungkapan signifikan dengan total ratusan gram sabu dalam dua kasus berbeda.

Selain itu, munculnya temuan zat etomidate dalam operasi di jalur lintas provinsi menjadi perhatian khusus. Hal ini mengindikasikan adanya diversifikasi jenis narkotika yang beredar dan menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum.

Sebaran kasus yang menjangkau 18 wilayah, mulai dari Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, Lahat, Prabumulih, Pagar Alam, Muara Enim, hingga Musi Rawas Utara, menunjukkan bahwa jaringan narkotika tidak lagi terpusat, melainkan menyebar secara merata.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa transparansi data ini merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik sekaligus pesan kuat bahwa pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *