Menariknya, beberapa produsen smartphone lain bahkan sudah menghadirkan panel 10-bit pada perangkat yang jauh lebih murah.
Hal ini membuat keputusan Samsung menggunakan panel 8-bit di flagship terbarunya menuai kritik dari komunitas teknologi.
Fitur Privacy Display Jadi Sorotan
Selain kontroversi soal kedalaman warna, layar Galaxy S26 Ultra juga menjadi perbincangan karena fitur baru bernama Privacy Display.
Teknologi ini dirancang untuk melindungi privasi pengguna dengan menyamarkan tampilan layar ketika dilihat dari sudut tertentu. Dengan begitu, orang di sekitar tidak bisa dengan mudah melihat isi layar smartphone.
Namun beberapa pengguna melaporkan bahwa teknologi ini dapat memengaruhi kualitas tampilan layar, bahkan ketika fitur tersebut tidak aktif.
Jika laporan ini benar, maka kualitas visual Galaxy S26 Ultra bisa saja mengalami penurunan dibanding generasi sebelumnya.
Rumor: Samsung Tunda Layar 10-bit Hingga Galaxy S28
Menariknya, rumor terbaru menyebut bahwa Samsung mungkin belum akan menggunakan panel 10-bit dalam waktu dekat.
Beberapa bocoran industri menyebut teknologi tersebut kemungkinan baru akan hadir pada seri Galaxy S28 di tahun 2028.
Jika benar, maka flagship Samsung selama beberapa tahun ke depan masih akan menggunakan layar 8-bit.
Kontroversi yang Bisa Mempengaruhi Kepercayaan Konsumen
Kesalahan komunikasi mengenai spesifikasi ini menjadi perhatian banyak pengamat industri. Mengklaim fitur tertentu sebelum peluncuran lalu mengoreksinya setelah perangkat dirilis bisa memicu penurunan kepercayaan konsumen.
Meski kesalahan bisa terjadi pada perusahaan teknologi besar sekalipun, transparansi tetap menjadi faktor penting bagi konsumen yang membayar mahal untuk sebuah perangkat premium.
Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana Samsung menjelaskan situasi ini dan apakah generasi berikutnya akan membawa peningkatan nyata pada teknologi layar flagship mereka.





