Galaxy Z TriFold Mati Muda! HP Lipat Rp45 Juta Ini Gagal Total, Ini Alasannya

by
by
Samsung Galaxy Z TriFold resmi dihentikan hanya tiga bulan setelah peluncuran, menandai berakhirnya eksperimen ponsel lipat tiga layar dari Samsung.
Samsung Galaxy Z TriFold resmi dihentikan hanya tiga bulan setelah peluncuran, menandai berakhirnya eksperimen ponsel lipat tiga layar dari Samsung.

BAYANAKA.CO – Baru tiga bulan sejak debutnya, Samsung Galaxy Z TriFold kini resmi dihentikan.

Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Samsung setelah laporan pada 16 Maret menyebutkan bahwa penjualan perangkat tersebut mulai dihentikan secara bertahap.

Sejak awal, Samsung memang tidak menargetkan TriFold sebagai produk mainstream seperti seri Galaxy S atau lini foldable populernya.

Namun, usia yang sangat singkat di pasar tetap memunculkan pertanyaan besar: mengapa perangkat inovatif ini gagal begitu cepat?

BACA JUGA:  Samsung Galaxy S26 Ultra Ketahuan Pakai Layar 8-bit, Bukan 10-bit! Flagship Rp20 Juta Tuai Kritik

Harga Terlalu Mahal Jadi Penghalang Utama

Salah satu alasan paling jelas adalah harga. Di Amerika Serikat, Galaxy Z TriFold dibanderol hingga $2.899 atau sekitar Rp45 juta.

Harga ini menjadikannya salah satu smartphone Android termahal yang pernah dirilis oleh brand besar.

Dengan harga tersebut, konsumen sebenarnya bisa mendapatkan beberapa perangkat sekaligus, seperti flagship, smartwatch, earbuds, bahkan laptop dari ekosistem Samsung.

Hal ini membuat TriFold terasa tidak masuk akal bagi sebagian besar pengguna.

BACA JUGA:  YouTube Pasang Iklan 30 Detik Tanpa Skip di Smart TV, Pengguna Gratis Makin Tersiksa

Di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil serta krisis komponen seperti RAM, smartphone lipat dengan harga hampir $3.000 jelas bukan pilihan rasional bagi pasar luas.

Distribusi Sangat Terbatas

Masalah kedua adalah ketersediaan yang sangat terbatas. Samsung hanya merilis TriFold di enam negara, dan bahkan di pasar besar seperti Amerika Serikat, perangkat ini tidak tersedia melalui retailer populer maupun operator seluler.

Artinya, konsumen hanya bisa membeli langsung dari situs resmi Samsung. Strategi ini memang disengaja, tetapi berdampak besar terhadap minimnya adopsi pasar.

Tanpa dukungan distribusi luas, sulit bagi perangkat seperti TriFold untuk mendapatkan perhatian yang cukup dari konsumen umum.

BACA JUGA:  Bocor! HP Lipat Samsung Terbaru Tiba-Tiba Muncul, Desainnya Bikin Kaget

Kalah Saing dengan Galaxy Z Fold 7

Faktor lain yang tak kalah penting adalah kehadiran Samsung Galaxy Z Fold 7. Dirilis beberapa bulan lebih dulu, Fold 7 justru menawarkan paket yang lebih seimbang.

Memang, TriFold memiliki layar yang lebih besar berkat desain tiga lipatan. Namun, keunggulan tersebut datang dengan berbagai kompromi:

  • Dua engsel membuatnya lebih rentan rusak
  • Bobot lebih berat hampir 100 gram dibanding Fold 7
  • Ketebalan mencapai 12,9mm saat dilipat
  • Kurang ergonomis untuk penggunaan sehari-hari

Selain itu, spesifikasi inti seperti chipset dan kamera ternyata tidak jauh berbeda dari Fold 7. Dengan selisih harga hampir $1.000, banyak konsumen merasa TriFold tidak memberikan nilai tambah yang sepadan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *