BAYANAKA.CO – Rumor terbaru menyebutkan bahwa Apple dan Samsung sedang mempersiapkan teknologi kamera variable aperture pada smartphone generasi mendatang.
Kabar ini menjadi sorotan karena teknologi tersebut sebenarnya bukan hal baru.
Hampir satu dekade lalu, seri Samsung Galaxy S9 telah memperkenalkan dual aperture pada kamera utama yang memungkinkan pengguna beralih antara dua ukuran bukaan lensa.
Kini, kedua raksasa teknologi tersebut berpotensi mengikuti langkah Xiaomi dan HONOR yang lebih dulu mengadopsi kamera variable aperture pada beberapa smartphone flagship mereka.
Namun, para analis menilai bahwa teknologi ini justru akan lebih optimal jika diterapkan pada kamera telephoto dibandingkan kamera utama.
Apa Itu Kamera Variable Aperture?
Sebagian besar kamera smartphone saat ini menggunakan aperture tetap atau fixed aperture. Aperture merupakan bukaan lensa yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera.
Pada kamera variable aperture, pengguna bisa menyesuaikan ukuran bukaan tersebut sesuai kebutuhan.
Sebagai contoh, aperture besar seperti f/1.6 memungkinkan lebih banyak cahaya masuk sehingga menghasilkan foto yang terang dan tajam dalam kondisi minim cahaya.
Selain itu, bukaan lebar juga menciptakan efek bokeh atau latar belakang blur yang artistik.
Sebaliknya, aperture kecil seperti f/4.0 membuat lebih banyak bagian foto tetap fokus. Hal ini sangat berguna saat memotret pemandangan, foto grup, hingga makro.
Teknologi ini telah diterapkan pada beberapa perangkat seperti Xiaomi 14 Ultra dan HONOR Magic 7 Pro.
Menariknya, kamera utama dengan sensor besar seperti satu inci sempat mengalami masalah fokus karena depth of field terlalu sempit.
Dalam review vivo X90 Pro, beberapa pengguna bahkan menemukan subjek tidak fokus secara optimal.
Kehadiran variable aperture membantu mengatasi masalah tersebut karena pengguna dapat mengontrol kedalaman fokus secara lebih fleksibel.
Mengapa Telephoto Lebih Ideal?
Meski terdengar menarik untuk kamera utama, teknologi variable aperture sebenarnya memiliki potensi lebih besar pada kamera telephoto.
Lensa telephoto dikenal menghasilkan kompresi perspektif yang membuat wajah terlihat lebih natural dan proporsional. Oleh karena itu, kamera ini sering digunakan untuk foto portrait.
Dengan variable aperture, kamera telephoto dapat menghasilkan efek bokeh alami tanpa mengandalkan software.
Hal ini mengurangi kesalahan deteksi kedalaman yang sering terjadi pada mode portrait berbasis AI.
Selain itu, kamera telephoto biasanya memiliki sensor lebih kecil sehingga kurang optimal di kondisi gelap.





