Apple dan Samsung Siap Bawa Kamera Variable Aperture, Fitur Baru yang Bisa Ubah Dunia Fotografi Smartphone

by
by
Apple dan Samsung dikabarkan akan menghadirkan teknologi kamera variable aperture pada smartphone masa depan, membuka era baru fotografi mobile yang lebih fleksibel dan profesional.
Apple dan Samsung dikabarkan akan menghadirkan teknologi kamera variable aperture pada smartphone masa depan, membuka era baru fotografi mobile yang lebih fleksibel dan profesional.

BAYANAKA.CO – Rumor terbaru menyebutkan bahwa Apple dan Samsung sedang mempersiapkan teknologi kamera variable aperture pada smartphone generasi mendatang.

Kabar ini menjadi sorotan karena teknologi tersebut sebenarnya bukan hal baru.

Hampir satu dekade lalu, seri Samsung Galaxy S9 telah memperkenalkan dual aperture pada kamera utama yang memungkinkan pengguna beralih antara dua ukuran bukaan lensa.

Kini, kedua raksasa teknologi tersebut berpotensi mengikuti langkah Xiaomi dan HONOR yang lebih dulu mengadopsi kamera variable aperture pada beberapa smartphone flagship mereka.

BACA JUGA:  Samsung Galaxy S26 Ultra Ketahuan Pakai Layar 8-bit, Bukan 10-bit! Flagship Rp20 Juta Tuai Kritik

Namun, para analis menilai bahwa teknologi ini justru akan lebih optimal jika diterapkan pada kamera telephoto dibandingkan kamera utama.

Apa Itu Kamera Variable Aperture?

Sebagian besar kamera smartphone saat ini menggunakan aperture tetap atau fixed aperture. Aperture merupakan bukaan lensa yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera.

Pada kamera variable aperture, pengguna bisa menyesuaikan ukuran bukaan tersebut sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, aperture besar seperti f/1.6 memungkinkan lebih banyak cahaya masuk sehingga menghasilkan foto yang terang dan tajam dalam kondisi minim cahaya.

BACA JUGA:  TECNO Bongkar HP 4,9mm Tanpa Port di MWC 2026, Bisa Tambah Kamera & Baterai Sesuka Hati!

Selain itu, bukaan lebar juga menciptakan efek bokeh atau latar belakang blur yang artistik.

Sebaliknya, aperture kecil seperti f/4.0 membuat lebih banyak bagian foto tetap fokus. Hal ini sangat berguna saat memotret pemandangan, foto grup, hingga makro.

Teknologi ini telah diterapkan pada beberapa perangkat seperti Xiaomi 14 Ultra dan HONOR Magic 7 Pro.

Menariknya, kamera utama dengan sensor besar seperti satu inci sempat mengalami masalah fokus karena depth of field terlalu sempit.

BACA JUGA:  Apple Rilis AirPods Max 2 dengan Chip H2 dan ANC Super Kuat, Siap Tantang Sony WH-1000XM6?

Dalam review vivo X90 Pro, beberapa pengguna bahkan menemukan subjek tidak fokus secara optimal.

Kehadiran variable aperture membantu mengatasi masalah tersebut karena pengguna dapat mengontrol kedalaman fokus secara lebih fleksibel.

Mengapa Telephoto Lebih Ideal?

Meski terdengar menarik untuk kamera utama, teknologi variable aperture sebenarnya memiliki potensi lebih besar pada kamera telephoto.

Lensa telephoto dikenal menghasilkan kompresi perspektif yang membuat wajah terlihat lebih natural dan proporsional. Oleh karena itu, kamera ini sering digunakan untuk foto portrait.

BACA JUGA:  Galaxy Z TriFold Mati Muda! HP Lipat Rp45 Juta Ini Gagal Total, Ini Alasannya

Dengan variable aperture, kamera telephoto dapat menghasilkan efek bokeh alami tanpa mengandalkan software.

Hal ini mengurangi kesalahan deteksi kedalaman yang sering terjadi pada mode portrait berbasis AI.

Selain itu, kamera telephoto biasanya memiliki sensor lebih kecil sehingga kurang optimal di kondisi gelap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *