BAYANAKA.CO – Google kembali menghadirkan pembaruan besar untuk platform smart home mereka melalui update Google Home 2026.
Berbeda dari pembaruan sebelumnya yang lebih menonjolkan fitur baru, kali ini Google fokus memperbaiki masalah utama yang selama ini banyak dikeluhkan pengguna, seperti respons lambat dan akurasi yang kurang konsisten.
Pembaruan ini menjadi sangat penting, terutama karena Google tengah bersiap menggantikan Google Assistant dengan teknologi berbasis AI terbaru mereka, yaitu Gemini.
Respons Lebih Cepat Hingga 40%
Salah satu peningkatan paling terasa dalam update ini adalah kecepatan respons. Google mengklaim bahwa perintah umum seperti “nyalakan lampu” kini bisa diproses hingga 40% lebih cepat.
Peningkatan ini sangat signifikan mengingat perintah tersebut merupakan aktivitas harian yang sering digunakan pengguna smart home.
Dengan waktu respons yang lebih singkat, pengalaman menggunakan perangkat Google Home menjadi jauh lebih efisien dan nyaman.
Tak hanya itu, Google juga menyederhanakan cara perangkat merespons pengguna. Kini, alih-alih memberikan jawaban panjang, sistem hanya akan memberikan konfirmasi singkat seperti:
- “Alarm disetel pukul 9 pagi”
- “Timer dimulai”
Perubahan kecil ini justru memberikan dampak besar dalam membuat interaksi terasa lebih natural dan tidak bertele-tele.
Akurasi Lebih Tinggi dan Lebih Pintar
Selain kecepatan, Google juga meningkatkan akurasi sistem mereka. Gemini kini mampu memahami konteks lokal dengan lebih baik, termasuk preferensi wilayah seperti satuan cuaca dan berita lokal.
Fitur terjemahan juga mengalami peningkatan besar. Mode translasi kini mendukung hingga 30 bahasa dengan respons yang lebih cepat, menjadikannya sangat berguna untuk keluarga multibahasa.
Tidak hanya itu, Google juga meningkatkan fitur dasar seperti alarm dan timer dengan kemampuan baru, antara lain:
- Mengatur alarm berdasarkan event, misalnya pertandingan olahraga
- Menanyakan waktu awal timer sekaligus sisa waktunya
- Menjalankan beberapa perintah sekaligus dalam satu kalimat
Contohnya, pengguna kini bisa mengatakan:
“Batalkan timer saya lalu buat yang baru selama 10 menit”
Selain itu, pengaturan alarm berulang kini jauh lebih fleksibel. Perintah seperti “bangunkan saya setiap hari kerja pukul 7 pagi” kini dapat dipahami dengan lebih akurat.
Fitur snooze juga ditingkatkan, bahkan memungkinkan pengguna untuk menunda alarm hingga waktu tertentu, misalnya “tunda sampai jam 10 pagi”.
Automasi Smart Home Lebih Canggih
Google juga memperluas kemampuan automasi dalam aplikasi Home. Kini, pengguna bisa membuat skenario otomatis yang lebih kompleks dengan berbagai trigger baru.





