Juru bicara keluarga, Okta Alfarisi, menyampaikan pernyataan resmi terkait wafatnya mantan orang nomor satu di Sumsel tersebut.
“Innalilahi wainnailaihi rojiun telah meninggal dunia bapak Alex Noerdin pada pukul 13.30 WIB di RS Siloam Jakarta,” ujarnya.
Saat ini, keluarga sedang mengurus proses pemulangan jenazah ke Palembang untuk dimakamkan.
Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Alex Noerdin dilaporkan mulai menurun sejak Jumat (20/2/2026). Ia sempat dirawat di RS Siloam Palembang.
Namun, karena keterbatasan peralatan medis, ia kemudian dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Kondisi kritisnya bahkan menyebabkan sidang kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde Palembang yang menjeratnya harus ditunda. Sidang tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Tipikor PN Kelas 1 A Palembang dengan agenda pemeriksaan saksi.
Alex Noerdin dikenal sebagai pemimpin visioner yang membawa banyak perubahan besar bagi Sumatera Selatan selama menjabat sebagai gubernur periode 2008–2018.
Salah satu warisan paling fenomenal adalah program sekolah gratis dan berobat gratis, yang membuka akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Selatan.
Selain itu, Alex juga berperan besar dalam pembangunan berbagai infrastruktur strategis, antara lain:
Jakabaring Sport City, yang menjadi lokasi SEA Games 2011, Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, Peningkatan jalan dan konektivitas daerah
Pengembangan kawasan olahraga bertaraf internasional
Berkat kepemimpinannya, Palembang berhasil menjadi tuan rumah berbagai event nasional dan internasional.





