Komitmen Integritas Dimulai, Kemenag Sumsel Teken Pakta Integritas dan Bahas Anggaran 2026

by
Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2026 dan Penandatanganan Pakta Integritas di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (15/01/2026).
Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2026 dan Penandatanganan Pakta Integritas di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Kamis (15/01/2026). Foto: dok bayanaka.co

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Anggaran Tahun 2026 sekaligus Penandatanganan Pakta Integritas, Kamis (15/01/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas.

Rakor yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sumsel tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Kepala Bagian Tata Usaha Taufiq, para Kepala Bidang, Pembimbing Masyarakat (Pembimas), serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.

Selain peserta luring, kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA, dan Pengelola Keuangan di lingkungan Kemenag Sumsel.

BACA JUGA:  Syafitri Irwan Lantik Pejabat dan PPPK Kemenag Sumsel, Tekankan Integritas dan Akselerasi Program

Penandatanganan Pakta Integritas diawali oleh Kepala Bagian Tata Usaha, kemudian dilanjutkan oleh para Kepala Bidang, Pembimas, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.

Momentum ini menjadi penanda awal komitmen bersama seluruh jajaran Kemenag Sumsel dalam menjalankan tugas dan fungsi dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas.

Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan janji moral dan tanggung jawab pribadi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, setiap jabatan memiliki potensi penyimpangan apabila tidak dilandasi integritas yang kuat.

“Pakta Integritas ini adalah komitmen nyata kita bersama untuk menjauhi segala bentuk penyimpangan. Saya minta seluruh jajaran meningkatkan kinerja dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Syafitri.

BACA JUGA:  Kolaborasi TNI dan Bank Syariah Indonesia, Peluang Besar Dongkrak Ekonomi Sumsel

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan anggaran tahun 2026 harus mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas, serta selaras dengan kebutuhan riil masyarakat. Oleh karena itu, perencanaan program dan kegiatan harus dilakukan secara matang, terukur, dan berorientasi pada hasil.

Dalam kesempatan tersebut, Syafitri turut menekankan pentingnya penguatan Delapan Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama yang telah berjalan. Ia meminta agar implementasi Asta Protas pada tahun 2026 tidak hanya berlanjut, tetapi juga ditingkatkan kualitas dan dampaknya.

“Saya berharap baik di Kantor Kemenag, KUA, Madrasah, Bidang-Bidang dan Pembimas agar konsisten mengimplementasikan Asta Protas, semisal penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi. Ini juga harus didokumentasikan dan dipublikasikan secara lebih baik,” ujar Syafitri.

Menurutnya, dokumentasi dan publikasi kegiatan sangat penting sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat sekaligus upaya membangun kepercayaan publik. Publikasi dapat dilakukan melalui media sosial, media massa, maupun berbagai kanal komunikasi resmi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *