Hasilnya? Keduanya hampir mengunci 60fps stabil dengan frame drop minimal. Xiaomi 17 Ultra memang sedikit lebih mulus dalam timeline frame, tetapi perbedaannya sulit dirasakan saat bermain langsung.
Namun, ada catatan kecil: pada Mario Kart Wii, fitur multi-core speed up harus dinonaktifkan di Xiaomi 17 Ultra karena muncul error sinkronisasi grafis.
Ini menunjukkan bahwa optimalisasi driver Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih bisa berkembang di masa depan.
Konsumsi Daya: Keunggulan Nyata Gen 5
Di sinilah Snapdragon 8 Elite Gen 5 menunjukkan keunggulan nyata.
Pada pengujian emulasi:
- NFS: 5,4W (Gen 5) vs 7,6W (Gen lama)
- Mario Kart Wii: 5,0W vs 5,6W
Selisih ini cukup besar dan menunjukkan bahwa chipset terbaru bekerja lebih efisien untuk menghasilkan performa yang sama.
Meski demikian, kedua perangkat sempat menunjukkan lonjakan daya di atas 12W akibat spike CPU sesaat. Penyebabnya belum bisa dipastikan, apakah karena game, proses latar belakang MIUI, atau faktor lain.
Apakah Sudah Mencapai Batas Performa?
Melihat hasil pengujian, performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 memang lebih cepat di atas kertas. Namun dalam penggunaan nyata, terutama gaming Android modern, perbedaannya tidak terlalu jauh dibanding Snapdragon 8 Elite generasi sebelumnya.
Bisa dibilang, kita mulai mendekati batas performa grafis dalam form factor smartphone yang ringkas. Tantangan selanjutnya bukan hanya meningkatkan FPS, tetapi menjaga suhu dan efisiensi daya.





