PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Memasuki hari ke-11 Ramadan 1447 Hijriah, musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi di Lorong Manggar, RT 11 RW 03, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kebakaran Palembang Lawang Kidul 1 Maret 2026 ini menghanguskan tiga rumah semipermanen dan menyebabkan sejumlah rumah di sekitarnya ikut terdampak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Kebakaran di Lorong Manggar
Berdasarkan keterangan Ketua RT 11 Kelurahan Lawang Kidul, api mulai terlihat sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, salah satu warga diduga sedang membakar sampah tepat di bawah rumah panggung miliknya.
“Sekitar pukul 13.00 WIB api mulai membesar. Informasinya ada warga yang membakar sampah di bawah rumah panggung, lalu api dengan cepat menyebar dan meludeskan tiga rumah dalam sekejap,” ungkap Ketua RT 11 di lokasi kejadian.
Karena lokasi berada di kawasan padat penduduk dengan bangunan yang sebagian besar berbahan kayu dan semi permanen, api dengan cepat merambat ke bangunan lain. Dalam waktu singkat, tiga rumah hangus terbakar.
Data Korban Terdampak
Lurah Lawang Kidul, H. Wiyanta S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa hingga saat ini tercatat tiga rumah yang ludes terbakar.
Sementara untuk rumah yang terdampak masih dalam proses pendataan bersama Ketua RT setempat.
Adapun rincian rumah yang terbakar adalah Rumah milik M. Zailani: 2 KK, terdiri dari 6 jiwa, Rumah milik Siti Soleha: 2 KK, terdiri dari 6 jiwa dan Rumah milik Ansori: 1 KK, terdiri dari 5 jiwa.
“Total yang terdampak ada 5 KK dengan jumlah 17 jiwa,” ujar Wiyanta.
Para korban kini untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu bantuan dan proses pendataan lanjutan dari pihak kelurahan serta instansi terkait.
Respons Cepat Damkar Palembang
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang bergerak cepat dengan menerjunkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.
Selain itu, bantuan armada juga datang dari Kecamatan Ilir Timur II serta unsur terkait lainnya.
Petugas berjibaku memadamkan api di tengah kondisi gang sempit dan padatnya bangunan warga.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena akses jalan yang terbatas menyulitkan mobil damkar untuk menjangkau titik api secara langsung.






