AI akan menjawab panggilan dari nomor tak dikenal, menanyakan identitas penelepon, lalu meneruskan panggilan jika dianggap penting.
Fitur lain adalah Photo Assist, memungkinkan pengguna mengedit foto menggunakan prompt teks. Contohnya:
- Mengubah pencahayaan
- Menghapus objek
- Bahkan “mengembalikan” kue yang sudah terpotong menjadi utuh
Konsep ini mirip dengan fitur Help Me Edit di Pixel yang menggunakan Gemini untuk pengolahan gambar berbasis AI.
Fitur Baru yang Benar-Benar Segar
Meski banyak inspirasi dari Pixel, Galaxy S26 tetap memiliki inovasi menarik.
1. Finder Terintegrasi
Finder kini langsung tertanam di home screen. Pengguna bisa:
- Mencari konten dalam aplikasi
- Mengatur pengaturan sistem
- Mengontrol perangkat terhubung
- Bertanya “Apa yang baru di One UI?”
Fitur ini sangat praktis dan bahkan belum tersedia secara langsung di Pixel.
2. Circle to Search Multi-Result
Fitur Circle to Search kini mampu mengidentifikasi beberapa objek sekaligus. Misalnya, jika Anda melingkari seseorang dengan outfit lengkap, AI akan menampilkan hasil belanja terpisah untuk:
- Jaket
- Sepatu
- Celana
- Aksesori
Ini merupakan evolusi signifikan dari fitur yang pertama kali populer di seri Galaxy sebelumnya.
Harga Naik, Layak Dibeli?
Dengan kenaikan harga $100, banyak yang mempertanyakan apakah Galaxy S26 masih worth it. Jika dilihat dari hardware saja, peningkatannya tidak terlalu signifikan.
Namun dari sisi software AI, Samsung kini bermain jauh lebih agresif. Strategi ini juga bisa dibaca sebagai respons terhadap:
- Pertumbuhan pasar Pixel yang konsisten
- Persaingan AI dengan Apple Intelligence
- Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih peduli fitur AI dibanding spesifikasi mentah
Pergeseran Lanskap Smartphone
Fakta bahwa Samsung terlihat banyak mengadopsi ide Pixel menunjukkan satu hal: industri smartphone sedang berubah.
Google mungkin belum sebesar Samsung dari sisi pangsa pasar, tetapi pendekatan AI-first mereka terbukti berpengaruh. Bahkan raksasa seperti Samsung kini mengadopsi filosofi tersebut.
Lima tahun ke depan, bukan tidak mungkin persaingan utama bukan lagi soal kamera atau chipset, tetapi soal siapa yang memiliki AI paling pintar dan paling berguna dalam kehidupan sehari-hari.





