“Pencarian sudah kita lakukan sejak kemarin dan untuk metode pencarian kita lakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua (2) Search And Rescue Unit (SRU) dan dua Sektor,” kata Manca.
Sedangkan SRU 1 melakukan pencarian dengan cara penyisiran di atas permukaan air secara visual menggunakan perahu karet dan perahu-perahu milik masyarakat hingga radius 20 Km² ke arah Timur laut serta melakukan manuver perahu karet dilokasi-lokasi yang dicurigai.
Sementara, SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta akan melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai.
“Semoga dengan berbagai upaya yang kita lakukan ini korban dapat segera ditemukan,” ujar Manca.
Kejadian berawal pada Minggu sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban bersama dua orang rekannya hendak pulang ke desanya dengan menumpang perahu getek setelah selesai bekerja membersihkan lahan milik bapak Halim yang berada di seberang sungai.
Dan saat melintas di tengah sungai, tiba-tiba perahu getek yang mereka tumpangi mengalami mati mesin yang mengakibatkan perahu menjadi oleng dan mereka terjatuh ke sungai.
Kedua rekan korban berhasil selamat dengan cara berenang ketepi sungai namun naas dialami korban tubuhnya seketika terseret arus hingga membuatnya tenggelam.
Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, Damkar, Relawan, Perangkat Desa dan Masyarakat.





