Perbedaan terbesar ada pada:
- Single-core performance
- Clock speed di atas 4GHz
- Konfigurasi dual performance core
Hal-hal tersebut sangat penting untuk menjalankan aplikasi desktop berat di laptop.
Apple dan Qualcomm Sudah Siap dengan Era PC ARM
Saat ini, dua perusahaan yang paling siap menghadapi era laptop berbasis ARM adalah Apple dan Qualcomm.
Apple sudah membuktikannya dengan transisi Mac dari Intel ke chip ARM. Sementara Qualcomm menghadirkan chip laptop seperti:
- Snapdragon X Plus
- Snapdragon X Elite
Chip-chip tersebut menawarkan kombinasi performa tinggi dan efisiensi daya yang cocok untuk laptop tipis.
Di sisi lain, Google masih fokus mengejar performa smartphone melalui seri Tensor.
Masa Depan Komputer Android
Meski tertinggal, Google tetap memiliki rencana besar untuk masa depan komputer berbasis Android.
Perusahaan ini sedang mengembangkan sistem baru bernama Aluminium OS, yang bertujuan menyatukan pengalaman mobile dan desktop.
Selain itu, Google juga mulai memperkenalkan fitur Desktop Mode pada perangkat Pixel, termasuk di Google Pixel 9 Pro XL.
Fitur ini memungkinkan smartphone Android berfungsi seperti komputer ketika terhubung ke layar eksternal.
Meski masih terbatas untuk aktivitas ringan seperti browsing dan email, langkah ini menunjukkan arah masa depan komputasi yang semakin fleksibel.
MacBook Neo Bisa Mengguncang Pasar Laptop Murah
Dengan harga hanya $599, MacBook Neo berpotensi menjadi game changer di pasar laptop entry-level.
Laptop ini menawarkan:
- Performa tinggi dari chip flagship
- Desain ringan
- Ekosistem Apple
- Harga yang relatif terjangkau
Jika Apple berhasil mempertahankan performa dan efisiensi baterai yang baik, bukan tidak mungkin MacBook Neo akan menjadi ancaman serius bagi Chromebook.
Untuk sementara, Apple tampaknya berhasil melakukan sesuatu yang belum bisa dilakukan Google: menghadirkan laptop murah dengan performa kelas flagship.
Dan jika tren ini berlanjut, MacBook Neo bisa menjadi awal dari era baru laptop berbasis chip smartphone.





