Di tengah kondisi global tersebut, perekonomian domestik Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Inflasi inti pada Desember 2025 tercatat meningkat, namun masih dalam level terkendali.
Sektor manufaktur tetap berada di zona ekspansi, sementara kinerja eksternal terjaga dengan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.
Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025, menguat 22,13 persen secara tahunan dan mencetak rekor All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun.
Kapitalisasi pasar saham mencapai level tertinggi sebesar Rp16.005 triliun. Likuiditas transaksi juga meningkat signifikan, dengan Rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) Desember 2025 mencapai rekor ATH sebesar Rp27,19 triliun.
Kinerja positif turut terlihat di pasar obligasi dan industri pengelolaan investasi. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.033,81 triliun, sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tumbuh kuat didorong oleh net subscription investor. Jumlah investor pasar modal pun melonjak menjadi 20,36 juta, meningkat hampir 37 persen secara tahunan.
Dengan berbagai capaian tersebut, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dan optimistis mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global.





