Konsep ini sebenarnya sudah lama populer di ekosistem Apple, misalnya melalui fitur Handoff. Google kini mencoba menghadirkan kemampuan serupa untuk pengguna Android.
Melalui Android 17, Google mulai memperkenalkan API baru yang memungkinkan aplikasi mendukung fitur tersebut.
Contohnya:
- Pengguna memulai pekerjaan di ponsel
- Lalu melanjutkan langsung di laptop
- Tanpa harus membuka ulang aplikasi
Fitur ini memungkinkan pengalaman penggunaan perangkat menjadi jauh lebih terhubung.
Menurut Samat, kemampuan integrasi seperti ini sangat diinginkan oleh pengguna Android.
“Banyak pengguna Android yang sangat antusias dengan kemampuan ponsel dan laptop yang bisa bekerja bersama lebih baik,” ujarnya.
Apakah Aluminium OS Akan Menggantikan ChromeOS?
Muncul spekulasi bahwa Aluminium OS akan menggantikan ChromeOS sepenuhnya. Namun Google menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
Samat menegaskan bahwa ChromeOS tetap akan dikembangkan seperti biasa.
ChromeOS masih memiliki posisi kuat di beberapa sektor, terutama Pendidikan, Enterprise dan Perangkat Chromebook.
Chromebook dikenal memiliki sistem keamanan kuat serta manajemen perangkat terpusat yang memudahkan sekolah dan organisasi besar dalam mengelola perangkat dalam jumlah banyak.
“Chrome OS memiliki use case sendiri dan itu akan tetap ada,” kata Samat.
Strategi Baru Google di Pasar Laptop
Dari pernyataan tersebut, terlihat bahwa Google kemungkinan tidak mengganti ChromeOS, melainkan menjalankan dua strategi laptop sekaligus.
Strategi tersebut kemungkinan seperti berikut:
ChromeOS
- Fokus pendidikan dan enterprise
- Sistem berbasis browser
- Manajemen perangkat skala besar
Aluminium OS
- Laptop konsumen
- Dukungan aplikasi Android penuh
- Integrasi ponsel lebih kuat
- Fitur AI generatif
Dengan pendekatan ini, Google berpotensi memperluas pengaruhnya di pasar laptop yang selama ini didominasi Windows dan macOS.
Masa Depan Laptop Android
Jika Aluminium OS benar-benar meluncur pada 2026, maka dunia teknologi bisa melihat era baru laptop berbasis Android.
Platform ini berpotensi menghadirkan pengalaman komputasi yang menggabungkan:
- Ekosistem aplikasi Android
- Kekuatan AI modern
- Integrasi perangkat yang lebih seamless
Bagi pengguna Android, Aluminium OS bisa menjadi langkah besar menuju ekosistem yang lebih terhubung antara ponsel, tablet, dan laptop.
Kini, publik hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari Google mengenai perangkat pertama yang akan menjalankan Aluminium OS pada akhir 2026.





