Sementara yang berada di bawah nisab dianjurkan berinfak atau bersedekah secara sukarela.
Optimalisasi zakat profesi ini dipandang sebagai strategi efektif untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan umat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan usaha mikro.
Target Ambisius Ramadan 2026
Ketua Baznas Kota Palembang, Kgs M Ridwan Nawawi, menyampaikan optimisme tinggi terhadap capaian penghimpunan zakat Ramadan tahun ini.
Selama Ramadan 2026, Baznas menargetkan penghimpunan zakat maal sebesar Rp2 miliar hanya dalam satu bulan. Target tersebut bukan tanpa dasar.
Pada tahun 2025, Baznas Palembang berhasil melampaui target tahunan Rp10 miliar dengan realisasi lebih dari Rp11 miliar.
Untuk tahun 2026, target tahunan dinaikkan menjadi Rp14 miliar sebagai bentuk akselerasi peran zakat dalam pembangunan sosial.
“Baru hari ini saja sudah masuk Rp300 juta lebih. Kami perkirakan dalam satu minggu target Rp2 miliar untuk Ramadan bisa tercapai,” ujar Ridwan optimistis.
Dampak Nyata bagi 50.000 Penerima Manfaat
Sejak program pemberdayaan berjalan, Baznas Palembang mencatat hampir 50.000 penerima manfaat telah terbantu melalui berbagai program.
Program tersebut meliputi bantuan konsumtif, biaya pendidikan, bantuan kesehatan, hingga pemberdayaan usaha mikro dan kecil.
Khusus tahun ini saja, sekitar 1.000 orang telah menerima manfaat melalui program bantuan sosial yang disalurkan setiap hari melalui kantor Baznas.
Meski demikian, tantangan masih ada, terutama dalam meningkatkan kesadaran zakat di sektor pendidikan, khususnya kalangan guru.
Edukasi dan sosialisasi terus digencarkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa zakat bukan sekadar kewajiban syar’i, tetapi juga solusi sosial yang berdampak luas.
Menguatkan Indonesia dari Daerah
Gerakan Ramadan Berkah yang diusung Baznas merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan sosial-ekonomi umat berbasis zakat. Dari daerah, penguatan ekonomi umat dimulai secara sistematis dan terukur.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat, Palembang berupaya menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan inklusif—membangun kesejahteraan dari bawah serta memperkuat solidaritas sosial.
Target Rp2 miliar di bulan Ramadan 2026 bukan hanya sekadar angka.
Lebih dari itu, ia menjadi simbol keseriusan Palembang dalam membangun sistem pengentasan kemiskinan berbasis zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang terus dijaga dan partisipasi yang semakin luas, Zakat Maal Ramadan 2026 Palembang diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi umat serta menghadirkan keberkahan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.





