Di sejumlah daerah di Sumatera Selatan, hiburan malam seperti orgen tunggal sebenarnya diatur dan dibatasi, terutama terkait jam operasional.
Pembatasan tersebut bertujuan untuk mencegah gangguan keamanan, konsumsi minuman keras, serta potensi konflik antarwarga.
Namun, dalam praktiknya, masih banyak hiburan orgen yang berlangsung hingga larut malam bahkan dini hari.
Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena beberapa kasus sebelumnya juga berujung keributan hingga korban jiwa.
Masyarakat Minta Evaluasi
Sejumlah warga berharap kejadian ini menjadi yang terakhir.
Mereka meminta aparat dan pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam mengatur dan mengawasi hiburan malam.
“Kalau memang tidak boleh sampai malam, harus ditegakkan. Jangan sampai ada korban lagi,” ujar seorang warga.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif penembakan serta memastikan status hukum pihak yang terlibat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa hiburan tanpa pengawasan ketat dapat berujung tragedi.
Publik kini menunggu langkah tegas aparat, bukan hanya menangkap pelaku, tetapi juga mengevaluasi izin hiburan orgen malam agar kejadian serupa tidak terulang.





