Menurutnya, digitalisasi pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Anak-anak kita hidup di era digital. Kalau sekolah tidak beradaptasi, kita akan tertinggal,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program, terutama dalam hal pemeliharaan perangkat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Perhatian pada Kesejahteraan Guru
Tidak hanya fokus pada teknologi, Pemerintah Kabupaten OKI juga memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik.
Pembayaran gaji guru non-PNS yang sebelumnya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD.
Muchendi menjelaskan, pemerintah daerah juga berupaya memberikan kepastian status bagi guru, termasuk pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu serta peningkatan kesejahteraan.
Ia juga mengingatkan para guru agar tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan jabatan tertentu.
“Tunjukkan kinerja dan dedikasi. Pemerintah menerapkan manajemen talenta berbasis prestasi,” tegasnya.
Dampak Positif Mulai Terasa
Program digitalisasi sekolah di OKI mulai memberikan dampak positif di lapangan. Guru kini lebih mudah menyampaikan materi secara menarik dan interaktif.
Novi, guru SD Negeri 1 Desa Jermun Pampangan, mengaku pembelajaran menjadi lebih efektif.
“Kami bisa menampilkan video, gambar, dan materi secara langsung. Siswa lebih tertarik dan aktif,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ratna, Kepala SMP Negeri 7 Sungai Menang. Menurutnya, internet satelit sangat membantu sekolah di daerah terpencil.
“Kami yang berada di pelosok sekarang punya kesempatan yang sama untuk mengakses sumber belajar digital,” katanya.
Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Digitalisasi sekolah di OKI diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Dengan dukungan teknologi, siswa memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber belajar modern.
Program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan era digital serta meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kabupaten Ogan Komering Ilir.





