Menurut Dewa, capaian ini merupakan hasil sinergi lintas sektor, termasuk intervensi sosial, penguatan UMKM, stabilisasi harga bahan pokok, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
“Penurunan stunting hampir 8 persen dalam satu tahun bukan kerja biasa. Ini hasil kolaborasi serius antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga keluarga,” tegasnya.
Tantangan Pembangunan dan Isu Strategis 2027
Meski menunjukkan tren positif, Pemerintah Kota Palembang tetap mewaspadai berbagai tantangan pembangunan.
Dinamika global, tekanan ekonomi, perubahan iklim, serta transformasi digital menjadi faktor yang harus diantisipasi secara adaptif.
Beberapa isu strategis pembangunan 2027 antara lain penguatan ekonomi daerah berbasis hilirisasi dan UMKM, pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan, serta penurunan kemiskinan ekstrem.
Selain itu, pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas kawasan, hingga ketahanan lingkungan dan mitigasi risiko bencana.
“Ke depan kita tidak hanya berbicara pertumbuhan, tetapi juga pemerataan dan keberlanjutan. Pembangunan harus menyentuh masyarakat bawah dan memperkuat kelas menengah,” jelasnya.
38 Program Prioritas RDPS
Pemerintah Kota Palembang saat ini menjalankan lima program unggulan utama, yaitu Palembang Sehat, Palembang Cerdas, Palembang Peduli, Palembang Gercep, serta Palembang Belagak.
Kelima program ini dijabarkan dalam 38 kegiatan prioritas yang mencakup peningkatan layanan kesehatan, penguatan pendidikan berbasis mutu, digitalisasi pelayanan publik, penataan kota, hingga pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Menurut Ratu Dewa, reformasi birokrasi dan percepatan pelayanan menjadi kunci keberhasilan implementasi program.
“Kecepatan pelayanan dan ketepatan sasaran adalah indikator keberhasilan. Birokrasi harus adaptif, bukan administratif semata,” ujarnya.
Melalui Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Pemerintah Kota Palembang berharap lahir prioritas pembangunan yang realistis, terukur, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera.
“Pembangunan bukan kerja satu pihak. Ini kerja kolektif. Kita ingin memastikan satu tahun pertama ini menjadi fondasi kuat menuju Palembang 2027 yang lebih maju, inklusif, dan kompetitif,” pungkasnya.





