Mudik Lebaran 2026 Palembang: 850 Personel Disiagakan, Kendaraan Besar Dibatasi dan Feeder LRT Ditambah

by
by
Wali Kota Ratu Dewa memimpin rapat persiapan arus mudik Lebaran 2026 di Griya Agung Palembang, memastikan kesiapan 850 personel dan posko strategis untuk kelancaran transportasi di Palembang.
Wali Kota Ratu Dewa memimpin rapat persiapan arus mudik Lebaran 2026 di Griya Agung Palembang, memastikan kesiapan 850 personel dan posko strategis untuk kelancaran transportasi di Palembang.

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Pemerintah Kota Palembang mulai mematangkan berbagai persiapan penting dalam menyambut arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, baik yang masuk maupun keluar kota, sekaligus menjamin keamanan selama periode Lebaran.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana strategis secara menyeluruh.

Fokus utama pemerintah adalah memberikan rasa aman, nyaman, dan kelancaran bagi para pemudik yang menggunakan berbagai moda transportasi.

BACA JUGA:  1.154 Petugas Damkar Palembang Tetap Siaga Saat Lebaran, Ini Pesan Penting untuk Warga

850 Personel dan 7 Posko Strategis Disiapkan

Sebagai bagian dari langkah konkret, Pemkot Palembang menyiapkan sebanyak 850 personel yang akan disebar di tujuh posko strategis.

Posko tersebut terdiri dari posko internal Dinas Perhubungan serta posko gabungan yang melibatkan berbagai instansi terkait seperti kepolisian dan pihak keamanan lainnya.

“Fokus utama memastikan perjalanan masuk dan keluar Palembang berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Ratu Dewa saat menghadiri rapat persiapan angkutan Lebaran bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Griya Agung Palembang, Rabu (25/2/2026).

Keberadaan posko ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat pengawasan, pelayanan informasi, serta penanganan cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas atau keadaan darurat selama masa mudik.

BACA JUGA:  Kanwil Kemenag Sumsel Raih Predikat Informatif, Hasil E-Monev Keterbukaan Informasi Publik

Pembatasan Kendaraan Bertonase Besar Jadi Prioritas

Selain menyiapkan personel, Pemkot Palembang juga memberi perhatian khusus pada kendaraan bertonase besar yang berpotensi menyebabkan kemacetan.

Ratu Dewa mengusulkan agar kendaraan besar tidak diperbolehkan masuk ke dalam kota pada jam sibuk.

Sebagai solusi, pemerintah mengajukan Terminal Karya Jaya sebagai lokasi parkir sementara bagi kendaraan tersebut.

Dalam usulan tersebut, kendaraan bertonase besar hanya diizinkan memasuki kota setelah pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA:  Sekda Sumsel Ungkap Peran Strategis OJK untuk UMKM dan Ekonomi Daerah Saat Ramadhan 1447 H

Langkah ini dinilai sangat penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk menjelang dan setelah Lebaran, ketika volume kendaraan meningkat drastis.

Namun, kebijakan ini masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan sebelum dapat diterapkan secara penuh.

Usulan Penambahan Feeder LRT untuk Permudah Mobilitas

Tidak hanya fokus pada transportasi darat konvensional, Pemkot Palembang juga berupaya mengoptimalkan transportasi massal modern.

Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah penambahan dua koridor feeder LRT. Wilayah yang menjadi prioritas meliputi:

BACA JUGA:  Sambut Hari Juang TNI AD, Korem 044/Gapo Gelar Doa Bersama
  • Kertapati
  • Plaju
  • Alang-Alang Lebar

Penambahan feeder ini bertujuan memperluas jangkauan layanan transportasi publik, sehingga masyarakat memiliki alternatif selain kendaraan pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *