BANYUASIN, BAYANAKA.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah bersama Bupati Banyuasin Askolani dan jajaran Forkopimda di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Minggu (1/3/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan 1447 H yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah provinsi dan masyarakat di daerah.
Santunan Anak Yatim, Wujud Kepedulian di Bulan Suci
Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.
Momentum ini menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Safari Ramadhan 1447 H Banyuasin bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Banyuasin Tetap Kondusif dan Guyub
Bupati Banyuasin, Askolani, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Sumsel yang telah menyempatkan diri bersilaturahmi ke Kabupaten Banyuasin.
Ia menegaskan bahwa meskipun masyarakat Banyuasin terdiri dari beragam latar belakang, kondisi daerah tetap kondusif dan harmonis.
“Walaupun masyarakat majemuk, tetapi tetap guyub. Kita tetap bersatu bersama-sama,” ujarnya.
Kondisi sosial yang stabil tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah, baik di sektor ekonomi, pertanian, maupun infrastruktur.
Produktivitas Pangan Tertinggi Nasional
Dalam sektor pertanian, Banyuasin menunjukkan capaian membanggakan. Askolani mengungkapkan bahwa daerahnya berhasil meraih predikat produktivitas pangan tertinggi secara nasional.
Capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola potensi pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Namun, ia mengakui bahwa sebagai kabupaten terluas dengan jumlah penduduk terbesar, Banyuasin menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama di bidang infrastruktur.
Infrastruktur dan Tol Keramasan–Suak Tape
Askolani menjelaskan persoalan Banyuasin tidak hanya terbatas pada jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup layanan air bersih PDAM hingga jalan negara.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Banyuasin harus bersinergi dan meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumsel.
Salah satu solusi yang diapresiasi adalah pembangunan jalan tol dari Keramasan hingga Suak Tape yang diharapkan mampu mengurai kemacetan serta mempercepat mobilitas barang dan jasa.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Herman Deru. Terutama pada 2025, banyak jembatan dan jalan yang sudah dibantu oleh beliau,” ungkap Askolani.
Nilai Tambah Safari Ramadhan
Sementara itu, Herman Deru menegaskan bahwa Safari Ramadhan memiliki nilai tambah dibandingkan berbuka puasa di rumah.
“Safari Ramadhan ini memiliki nilai tambahan, yaitu silaturahmi yang tidak didapat seperti berbuka puasa di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini memberi kesempatan kepada kepala daerah untuk mengetahui langsung persoalan masyarakat. Terlebih Banyuasin memiliki masyarakat heterogen dengan beragam adat dan budaya.





