Ia juga mengibaratkan kepala daerah lebih dari seorang ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan wilayah, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Tantangan Infrastruktur dan ODOL
Selain mengapresiasi capaian pertanian Banyuasin, Herman Deru turut menyoroti persoalan infrastruktur.
Ia menyebut salah satu pemicu utama kerusakan jalan adalah kendaraan over dimension dan over load (ODOL).
Menurutnya, maraknya kendaraan ODOL membuat anggaran pemerintah daerah lebih banyak terserap untuk pemeliharaan jalan rusak dibandingkan pembangunan infrastruktur baru.
“Akibat ODOL ini, kita hanya memelihara yang rusak, sehingga sulit membangun yang baru,” jelasnya.
Persoalan ini menjadi tantangan bersama yang memerlukan solusi lintas sektor, termasuk penegakan aturan serta koordinasi dengan pemerintah pusat.
Sinergi untuk Kemajuan Sumsel
Di akhir sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa bupati merupakan tempat masyarakat mengadu, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada.
Ia berharap silaturahmi dalam Safari Ramadhan 1447 H Banyuasin dapat memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat demi kemajuan Sumatera Selatan.
Dengan semangat Ramadhan, sinergi antara Pemprov Sumsel dan Pemkab Banyuasin diharapkan mampu mendorong pembangunan yang merata, meningkatkan kesejahteraan petani, memperbaiki infrastruktur, serta menjaga kondusivitas daerah.
Momentum Safari Ramadhan 1447 H Banyuasin ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang kebersamaan, kepedulian sosial, dan komitmen untuk terus melayani masyarakat.





