Samsung Galaxy Watch 7 Terbaru: Fitur AI, Sensor Kesehatan, dan Alasan Banyak Orang Kembali ke Jam Tangan Biasa

by
by
Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan desain premium, layar AMOLED tajam, serta fitur kesehatan berbasis AI yang semakin canggih untuk mendukung aktivitas harian pengguna.
Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan desain premium, layar AMOLED tajam, serta fitur kesehatan berbasis AI yang semakin canggih untuk mendukung aktivitas harian pengguna.

Fitur seperti suggested replies memungkinkan pengguna membalas pesan lebih cepat langsung dari smartwatch. Selain itu, sistem Energy Score juga memberikan estimasi kondisi tubuh berdasarkan data tidur dan aktivitas harian.

Di sisi kesehatan, smartwatch ini dilengkapi berbagai sensor modern seperti:

BACA JUGA:  Bocoran Garmin Cirqa 2026: Smart Band Tanpa Layar yang Bisa Mengalahkan Whoop
  • Sensor SpO2 untuk memantau kadar oksigen darah
  • ECG untuk mendeteksi kondisi jantung
  • Pelacakan tidur yang lebih detail
  • Pemantauan aktivitas olahraga

Sensor SpO2 bahkan bisa membantu memantau kondisi kesehatan ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan atau penyakit tertentu.

Peningkatan Baterai yang Lebih Baik

Salah satu kelemahan smartwatch generasi awal adalah daya tahan baterai. Banyak perangkat hanya bertahan hingga malam hari.

BACA JUGA:  Xiaomi Mix Fold 5 Bocor! HP Lipat dengan Lensa Modular Magnetik Siap Ubah Industri Smartphone

Pada Galaxy Watch 7, kondisi tersebut sudah jauh membaik. Dalam penggunaan normal, smartwatch ini bisa bertahan sekitar satu setengah hari tanpa pengisian daya.

Bahkan dalam beberapa kondisi penggunaan ringan, baterai bisa bertahan hingga dua hari lebih.

Meski begitu, daya tahan tersebut tetap tidak bisa dibandingkan dengan jam tangan tradisional yang bisa bertahan bertahun-tahun dengan satu baterai.

Masalah Smartwatch yang Masih Sama

Walaupun hardware dan software sudah jauh lebih baik, beberapa masalah smartwatch sebenarnya masih tetap sama.

BACA JUGA:  Bocoran Nothing Phone 4a: Desain Baru Lebih Elegan, Fitur Glyph Bar Siap Ubah Pengalaman Pengguna

Pertama adalah ukuran layar yang kecil. Meskipun cukup untuk melihat notifikasi atau mengecek aktivitas, layar smartwatch masih terasa terbatas untuk banyak tugas.

Sebagian besar aktivitas tetap lebih nyaman dilakukan langsung dari smartphone.

Kedua adalah notifikasi yang terlalu banyak. Bagi sebagian orang, menerima notifikasi di pergelangan tangan justru membuat stres karena terus merasa harus merespons setiap pesan atau aplikasi.

Memang notifikasi bisa diatur, tetapi tidak semua pengguna ingin repot melakukan konfigurasi tersebut.

BACA JUGA:  MacBook Neo Rp9 Jutaan Gegerkan Pasar Laptop Murah, Apple Pakai Chip A18 Pro dan Tantang Chromebook

Smartwatch vs Jam Tangan Tradisional

Pada akhirnya, banyak pengguna menyadari bahwa mereka hanya menggunakan smartwatch untuk fungsi dasar seperti melihat waktu, memantau kesehatan, atau mengecek notifikasi.

Sementara itu, jam tangan tradisional menawarkan kelebihan yang sulit ditandingi:

  • Lebih ringan
  • Tidak perlu di-charge
  • Bisa bertahan puluhan tahun
  • Desain klasik yang timeless

Smartwatch, di sisi lain, pada dasarnya adalah smartphone mini yang suatu saat akan usang ketika dukungan software berakhir.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *