Proyek Penataan Kota Palembang 2026, Ratu Dewa Revisi DED Jembatan hingga Keramasan Park

by
by
Wali Kota Ratu Dewa memimpin rapat pembahasan Detail Engineering Design (DED) penataan wajah kota dan program beautifikasi Palembang 2026 di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (3/3/2026).
Wali Kota Ratu Dewa memimpin rapat pembahasan Detail Engineering Design (DED) penataan wajah kota dan program beautifikasi Palembang 2026 di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (3/3/2026).

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memimpin langsung rapat pembahasan Detail Engineering Design (DED) penataan wajah kota dan program beautifikasi di Ruang Vidcon, Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (3/3/2026).

Rapat ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota dalam memastikan setiap pembangunan tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga memiliki makna filosofis, nilai historis, serta memperkuat identitas lokal Palembang.

Dalam arahannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa pembangunan fisik harus selaras dengan karakter kota sebagai salah satu daerah bersejarah di Indonesia.

Ia tidak ingin program beautifikasi sekadar menjadi proyek mempercantik ruang publik tanpa konsep mendalam.

BACA JUGA:  Program Makan Bergizi Gratis Diawasi Ketat! 56 SPPG Palembang Belum Bersertifikat, Ratu Dewa Turun Tangan

“Bangunan dan ruang publik yang kita hadirkan harus memiliki makna yang kuat. Ada filosofi, ada nilai sejarah, dan ada identitas Palembang di dalamnya,” tegasnya dalam rapat tersebut.

Bahas DED Kambang Iwak hingga Keramasan Park

Rapat tersebut dihadiri rekanan dan pengembang yang memaparkan sejumlah rencana strategis.

Di antaranya DED Jembatan dan Air Terjun Menari di kawasan Kambang Iwak, penataan Taman Kambang Iwak Kecik dan kawasan Siti Khadijah, hingga penataan Keramasan Park.

Kawasan Kambang Iwak selama ini dikenal sebagai salah satu ikon ruang terbuka hijau di Palembang.

BACA JUGA:  Ratu Dewa Serahkan LKPD 2025, Palembang Bidik WTP 2026 dari BPK!

Melalui DED terbaru, pemerintah berupaya menghadirkan sentuhan desain modern tanpa menghilangkan karakter aslinya sebagai ruang interaksi publik yang sarat nilai sejarah.

Selain itu, pembahasan juga mencakup penataan taman dan median jalan di sejumlah koridor utama kota.

Beberapa ruas yang menjadi prioritas antara lain Simpang Polda–Bandara Mas, Simpang Polda–Bundaran Air Mancur Masjid Agung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan Rasyid Sidiq, hingga Jalan Wahid Hasyim.

Penataan koridor jalan tersebut diharapkan mampu menciptakan wajah kota yang lebih tertata, hijau, dan representatif sebagai pintu masuk utama bagi wisatawan maupun investor.

BACA JUGA:  Anti Mager, Camat Gandus Turun ke Lapangan Jalan Kaki Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran

Diskusi Mendalam dan Revisi DED

Dalam rapat itu terjadi diskusi mendalam antara Wali Kota dan para pemaparan proyek.

Ratu Dewa meminta seluruh rencana pembangunan disampaikan secara rinci dan komprehensif, mulai dari konsep desain, kebutuhan anggaran, tahapan pengerjaan, hingga dampak jangka panjang terhadap estetika serta tata ruang kota.

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan matang dalam setiap Detail Engineering Design. Menurutnya, DED yang disusun harus benar-benar terukur agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik dari sisi teknis maupun anggaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *