Koordinasi ini dinilai penting mengingat pengelolaan sungai tidak hanya menjadi kewenangan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan instansi vertikal yang memiliki otoritas dalam pengelolaan sumber daya air di tingkat wilayah sungai.
Dengan dukungan teknis dari BBWS, diharapkan penanganan eceng gondok dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya bersifat sementara.
Peran Aktif Pemerintah Desa dan Masyarakat
Selain upaya dari PUPR OKI, pemerintah desa setempat juga diminta untuk tetap aktif melakukan pengawasan.
Koordinasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat guna mencegah penumpukan eceng gondok kembali terjadi di kemudian hari.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian sungai. Edukasi tentang pentingnya tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar harus terus digalakkan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sungai yang lebih efektif.
Dengan demikian, risiko banjir akibat penyumbatan aliran air dapat diminimalisasi.
Komitmen Jaga Kelestarian Sungai
Langkah cepat PUPR OKI dalam membersihkan eceng gondok di Sungai Desa Belanti menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga infrastruktur dan lingkungan.
Sungai yang bersih dan lancar tidak hanya penting untuk mencegah banjir, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi serta kehidupan masyarakat sekitar.
Normalisasi sungai melalui pengerukan gulma ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan ekosistem perairan tetap terjaga.
Pemerintah berharap, dengan kerja sama semua pihak, aliran sungai di Kecamatan Sirah Pulau Padang dapat kembali optimal dan terbebas dari ancaman banjir.
Upaya kolaboratif ini diharapkan menjadi contoh penanganan masalah lingkungan secara cepat dan terpadu di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.





