Melalui sistem ini, penyandang disabilitas tuli dan bisu dapat memahami makna Al-Qur’an melalui gerakan tangan yang terstandar.
Keunggulan Al-Qur’an Isyarat Mempermudah pemahaman ayat, Menggunakan sistem bahasa isyarat resmi, Mendukung pembelajaran inklusif dan Memperluas akses pendidikan agama.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan inovasi dapat membantu menghadirkan keadilan spiritual bagi semua umat.
Wujud Nyata Inklusivitas Islam di Era Modern
Kehadiran Al-Qur’an Braille dan Isyarat merupakan implementasi nyata nilai-nilai Al-Qur’an di era modern.
Jika pada masa awal Islam Al-Qur’an hadir untuk menghapus perbedaan kelas sosial, maka saat ini Al-Qur’an hadir untuk menghapus batasan akibat keterbatasan fisik.
Abdul Aziz menegaskan bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Program TAQI menjadi simbol bahwa Islam adalah agama inklusif, Semua umat memiliki hak yang sama, Keterbatasan bukan penghalang ibadah dan Teknologi dapat memperkuat akses keagamaan.
Ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem Al-Qur’an yang ramah bagi semua kalangan.
Ramadan 2026 Momentum Ekosistem Al-Qur’an Inklusif
Melalui program TAQI, LPMQ berharap Ramadan 2026 menjadi momentum kebangkitan inklusivitas Al-Qur’an.
Kini tidak ada lagi alasan bagi penyandang disabilitas untuk tidak membaca Al-Qur’an karena akses telah tersedia melalui Sentuhan jemari Braille, Bahasa isyarat dan Platform digital.
Program ini juga mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan inklusivitas dalam kehidupan beragama.
Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial.





