PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Posisi tawar Diplomasi Keagamaan Indonesia kembali menjadi sorotan internasional.
Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama Republik Indonesia, Mukhlis Muhammad Hanafi, dalam acara Haflah Tilawah Al-Qur’an di Griya Agung Palembang, Selasa (03/03/2026) malam.
Di hadapan tokoh agama dan pengurus LPTQ, Mukhlis menyampaikan bahwa di tengah dinamika politik dan ekonomi global yang fluktuatif, diplomasi berbasis keagamaan justru menjadi kekuatan strategis Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, ada dua pilar utama yang membuat Indonesia dihormati secara global, yakni ketertiban jemaah haji serta keunggulan inovasi dalam seni tilawah Al-Qur’an.
“Di saat banyak negara menghadapi tantangan diplomasi politik dan ekonomi, Indonesia tetap kokoh melalui diplomasi keagamaan,” tegas Mukhlis dalam sambutannya.
Inovasi Suara dan Lagu Jadi Identitas Global
Salah satu kekuatan terbesar Diplomasi Keagamaan Indonesia terletak pada seni baca Al-Qur’an. Dalam berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) internasional, Indonesia hampir selalu mendominasi.
Mukhlis menjelaskan bahwa kekhasan Indonesia terletak pada inovasi nagham (lagu) dan kualitas suara qari dan qariah yang memiliki standar estetika tinggi.
“Indonesia itu selalu menjuarai dan menghibur. Kekhasannya adalah dalam lagu dan suara. Kita punya inovasi yang luar biasa di bidang tersebut,” ujarnya.
Pengalaman berharga juga ia bagikan saat menjadi dewan hakim pada MTQ Internasional di Teheran, Iran pada tahun 2018.
Meski latar belakang keilmuannya di bidang Tafsir serta Waqaf Wal Ibtida, ia justru diminta menjadi juri kategori suara.
Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa dunia mengakui standar kualitas tilawah Indonesia.
“Indonesia dianggap memiliki standar estetika suara yang sangat tinggi sehingga saya dipercaya memberikan penilaian dan edukasi langsung yang disiarkan televisi nasional setempat,” jelasnya.
Tak hanya itu, meski telah purnatugas dari jabatan formal tertentu, Mukhlis masih dipercaya bergabung dalam komite internasional bidang Al-Qur’an.
“Ini bukti bahwa dunia masih sangat membutuhkan keahlian Indonesia dalam urusan Al-Qur’an,” tambahnya.
Keunggulan di bidang suara dan lagu kini telah menjadi identitas global Indonesia dalam arena MTQ internasional. Diplomasi Keagamaan Indonesia pun berjalan secara halus namun efektif melalui keindahan ayat suci.
Harapan untuk LPTQ Sumatera Selatan
Mukhlis berharap pengurus LPTQ Sumatera Selatan yang baru dikukuhkan mampu menjaga estafet prestasi tersebut. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar generasi Qur’ani tetap lahir dari Bumi Sriwijaya.





