Kemenag Luncurkan Program TAQI Ramadan 2026, Disabilitas Kini Bisa Tadarus Al-Qur’an Lebih Mudah

by
by
Program Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI) Kementerian Agama Ramadan 2026 membuka akses ibadah bagi penyandang disabilitas netra dan tuli melalui Mushaf Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat
Program Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI) Kementerian Agama Ramadan 2026 membuka akses ibadah bagi penyandang disabilitas netra dan tuli melalui Mushaf Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat

BAYANAKA.CO – Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Pada Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama menghadirkan terobosan penting melalui program Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI).

Program ini dirancang khusus untuk memastikan penyandang disabilitas netra, tuli, dan bisu dapat membaca dan memahami Al-Qur’an dengan lebih mudah.

Kepala LPMQ Abdul Aziz Shidqi menegaskan bahwa Ramadan merupakan pengingat bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.

BACA JUGA:  Kemenag Sumsel Himpun Donasi Rp1,71 Miliar untuk Korban Bencana Alam di Sumatera

“Semangat Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI) memastikan bahwa saudara-saudara kita penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam meraih keberkahan Ramadan,” ujar Abdul Aziz di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Jadwal dan Pelaksanaan Program TAQI 2026

Program TAQI dilaksanakan secara daring melalui Zoom untuk menjangkau peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Jadwal lengkap TAQI Ramadan 2026:

  • Hari: Senin sampai Kamis
  • Waktu: 12.50 – 14.00 WIB
  • Periode: 23 Februari – 12 Maret 2026
  • Media: Zoom Meeting
BACA JUGA:  Polri–Kejaksaan Perkuat Sinergi Implementasi KUHP dan KUHAP Baru Demi Kepastian Hukum

Pelaksanaan secara online memungkinkan penyandang disabilitas dari berbagai daerah mengikuti tadarus tanpa kendala jarak dan mobilitas.

Program ini juga menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung inklusivitas ibadah.

Al-Qur’an Braille: Cahaya bagi Disabilitas Netra

Salah satu fasilitas utama dalam program TAQI adalah Mushaf Al-Qur’an Braille. Mushaf ini telah ditashih oleh LPMQ untuk memastikan keakuratan teksnya.

Menurut Abdul Aziz, Al-Qur’an Braille menjadi sarana penting bagi penyandang disabilitas netra untuk berinteraksi langsung dengan firman Allah.

BACA JUGA:  Jelang Lebaran 2026, Pemkab OKI Sidak Sembako di Pasar Kayuagung: Stok Aman, Harga Stabil

Melalui Mushaf Braille, jemari penyandang tunanetra berfungsi sebagai “mata” yang membaca setiap huruf Al-Qur’an.

Manfaat Al-Qur’an Braille antara lain:

  • Memudahkan membaca Al-Qur’an secara mandiri
  • Membantu proses menghafal
  • Meningkatkan kualitas ibadah
  • Memberikan akses setara dalam pembelajaran agama

Tadarus menggunakan Braille juga menghadirkan pengalaman spiritual mendalam dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mencintai Al-Qur’an.

BACA JUGA:  Menag Nasaruddin Umar: Di Era AI, Dunia Bukan Kekurangan Orang Pintar, tapi Nilai Kemanusiaan

Al-Qur’an Isyarat: Inovasi bagi Disabilitas Tuli dan Bisu

Selain Braille, LPMQ juga menghadirkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat sebagai inovasi terbaru.

Mushaf ini menggunakan metode Kitabah (penulisan) dan Tilawah (pembacaan melalui bahasa isyarat).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *