Ahmad Jhoni memastikan bahwa peralatan dan pupuk telah tersedia sehingga petani dapat segera memulai musim tanam.
“Peralatan dan pupuk sudah tersedia. Jadi kita dorong agar proses tanam bisa segera dilakukan sehingga target peningkatan produksi padi di PALI tahun ini bisa tercapai,” jelasnya.
Dengan dukungan sarana produksi yang lengkap, petani diharapkan tidak mengalami kendala dalam proses pengolahan lahan maupun penanaman padi.
Optimalisasi Lahan untuk Tingkatkan Produksi Pangan
Menurut Ahmad Jhoni, program Optimalisasi Lahan (OPLAH) tidak hanya bertujuan untuk menambah luas tanam, tetapi juga membantu petani memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal.
Melalui program ini, lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat diolah menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.
“Kami berharap melalui program OPLAH ini, produktivitas padi petani meningkat dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten PALI,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Penyuluh Pertanian Lakukan Pendampingan
Agar hasil yang dicapai maksimal, Dinas Pertanian Kabupaten PALI juga menyiapkan penyuluh pertanian untuk melakukan pendampingan kepada petani di lapangan.
Pendampingan tersebut dilakukan mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen.
“Penyuluh kami akan terus melakukan pendampingan agar proses budidaya berjalan baik mulai dari tanam hingga panen,” pungkas Ahmad Jhoni.
Dengan adanya bantuan benih padi, dukungan sarana produksi, serta pendampingan dari penyuluh pertanian, diharapkan program OPLAH dapat meningkatkan hasil panen padi di Kabupaten PALI dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para petani.
Program ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat.





