Syafitri Irwan menegaskan bahwa keberhasilan seorang suami dalam menjalankan tugas negara tidak lepas dari dukungan moral dan doa tulus dari sang istri.
Ia mengungkapkan bahwa kekuatan seorang pemimpin sering kali lahir dari doa-doa yang dipanjatkan oleh pasangan hidupnya.
“Jangan pernah berhenti mendoakan suami. Doakan agar tetap kuat dan teguh. Saya pribadi merasakan betul bahwa ketegaran seorang pemimpin sering bersumber dari doa-doa sunyi istri kita di sepertiga malam,” ungkap Syafitri.
Pesan tersebut disambut haru oleh para hadirin, terutama para anggota Dharma Wanita Persatuan yang turut hadir dalam acara tersebut.
Selain itu, ia juga mengingatkan para istri pejabat agar tetap sabar dalam mendampingi suami yang mengabdikan diri untuk melayani masyarakat dan umat.
Profesionalisme dan Larangan “Offside” Tugas
Dalam kesempatan yang sama, Syafitri Irwan juga memberikan arahan penting terkait profesionalisme dalam bekerja.
Ia menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing pejabat.
Menurutnya, setiap pejabat harus fokus menjalankan tanggung jawab di bidangnya tanpa mencampuri wilayah kerja orang lain.
Ia mengingatkan bahwa jika satu orang mengerjakan seluruh pekerjaan, hal tersebut bukanlah tanda keberhasilan kepemimpinan, melainkan kegagalan dalam mendistribusikan tugas secara efektif.
“Fokus saja pada kewenangan masing-masing. Saya tidak ingin melihat ada pejabat yang mengerjakan pekerjaan di luar bidangnya atau masuk ke wilayah kerja orang lain,” tegasnya.
Arahan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih tertata, profesional, dan efisien di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel.
Ajak Semarakkan Ramadan
Menutup arahannya, Syafitri Irwan mengajak seluruh jajaran Kemenag Sumsel untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat program-program keagamaan.
Ia meminta seluruh jajaran agar aktif menggerakkan kegiatan keagamaan di masjid maupun wilayah kecamatan agar syiar Islam semakin terasa di tengah masyarakat.
Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat pelayanan kepada umat sekaligus meningkatkan nilai-nilai spiritual di lingkungan masyarakat.
“Tolong digerakkan kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing. Jangan sampai ada masjid atau wilayah yang sepi dari aktivitas. Pastikan syiar Islam dan pelayanan kepada umat berjalan optimal selama bulan suci Ramadan,” pungkasnya.
Melalui pelantikan ini, diharapkan kinerja Kementerian Agama di Sumatera Selatan semakin solid dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan pembinaan umat.





