Kakanwil Kemenag Sumsel Lantik 14 Kepala KUA, Tekankan Peran Tekan Angka Perceraian

by
by
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Syafitri Irwan melantik dan mengambil sumpah jabatan 14 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Jumat (6/2/2026).
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Syafitri Irwan melantik dan mengambil sumpah jabatan 14 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Jumat (6/2/2026).

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kakanwil Kemenag Sumsel), Syafitri Irwan, melantik dan mengambil sumpah jabatan 14 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Jumat (6/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil menitipkan pesan khusus terkait penguatan ketahanan keluarga sebagai isu strategis di Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Syafitri Irwan menegaskan bahwa Kepala KUA merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial masyarakat di tingkat kecamatan.

Menurutnya, peran KUA tidak hanya sebatas administrasi pencatatan nikah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang besar dalam menjaga keutuhan keluarga.

BACA JUGA:  Syafitri Irwan Lantik Pejabat dan PPPK Kemenag Sumsel, Tekankan Integritas dan Akselerasi Program

Ia secara khusus menyoroti tren angka perceraian yang masih menjadi tantangan serius di Sumatera Selatan. Karena itu, para Kepala KUA yang baru dilantik diminta untuk mengoptimalkan fungsi penasihatan dan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin (catin).

“Kepala KUA bukan sekadar pejabat administrasi pencatat nikah. Saudara memiliki tanggung jawab moral untuk menekan angka perceraian. Perkuat bimbingan perkawinan, berikan edukasi yang mendalam tentang hak dan kewajiban suami istri, serta jadilah mediator yang bijak di tengah masyarakat,” tegas Syafitri Irwan dalam sambutannya.

Menurut Kakanwil, penguatan fondasi keluarga di tingkat kecamatan akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas generasi mendatang. Keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai keagamaan dinilai menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berakhlak.

Selain menekankan aspek teknis dan sosial jabatan, Syafitri Irwan juga mengingatkan pentingnya dimensi spiritual dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara. Ia meminta para pejabat yang dilantik untuk meluruskan niat dan menjadikan jabatan sebagai ladang pengabdian serta ibadah.

BACA JUGA:  Harapan Ratu Dewa di Halal Bihalal FKKNP Palembang 2026, Pesan Penting untuk Warga!

“Jabatan ini adalah amanah sekaligus ladang ibadah. Saya minta Saudara-saudara bekerja dengan tulus. Jangan hanya mengejar formalitas, tetapi berikan pelayanan yang menyentuh hati masyarakat. Kesalehan sosial kita diuji dari seberapa besar manfaat yang dirasakan warga saat berurusan di KUA,” tambahnya.

Adapun 14 Kepala KUA yang dilantik tersebut adalah: Yasmi Suharjo sebagai Kepala KUA Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir, Muhammad Rasid sebagai Kepala KUA Kertapati Kota Palembang, Humaidi sebagai Kepala KUA Bukit Kecil Kota Palembang, Parhan sebagai Kepala KUA Sako Kota Palembang, Khairuddin sebagai Kepala KUA Kalidoni Kota Palembang, Jamilul Akhmadi sebagai Kepala KUA Plaju Kota Palembang, Husnul Yakin sebagai Kepala KUA Ilir Barat II Kota Palembang, Ramli Siddiq sebagai Kepala KUA Ilir Barat I Kota Palembang, Agus Atiq Sya’bani sebagai Kepala KUA Gandus Kota Palembang, Tasdiq sebagai Kepala KUA Martapura Kabupaten OKU Timur, Ali Taufiq sebagai Kepala KUA Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur, Hamdani sebagai Kepala KUA Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas, Zaibani sebagai Kepala KUA Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, serta Candra Agustian sebagai Kepala KUA Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *