Ia menegaskan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam membantu masyarakat dan selalu hadir dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan di Kota Palembang.
“Beliau bukan hanya seorang tokoh, tetapi juga panutan yang selalu hadir dengan kepedulian dan ketulusan. Warisan nilai-nilai yang beliau tinggalkan akan terus hidup dalam masyarakat Palembang,” ujar Ratu Dewa dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut disambut dengan rasa haru dari para jamaah yang hadir, mengingat banyaknya kenangan dan kontribusi almarhum selama hidupnya.
Menjaga Nilai Kebersamaan dan Kepedulian
Peringatan 40 hari wafatnya Kms. H.A. Halim Ali bukan sekadar mengenang kepergian seorang tokoh masyarakat.
Acara ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat silaturahmi antar sesama.
Kehadiran tokoh agama, pejabat daerah, dan masyarakat dalam satu majelis doa menunjukkan bahwa teladan yang ditinggalkan almarhum telah menyatukan banyak kalangan dalam satu ikatan persaudaraan.
Bagi masyarakat Palembang, sosok Kms. H.A. Halim Ali akan selalu dikenang sebagai tokoh yang memberikan banyak inspirasi melalui tindakan nyata dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui doa bersama yang digelar di Graha Dakwah Alhalim tersebut, masyarakat berharap nilai-nilai kebaikan yang diwariskan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya, sehingga semangat kepedulian sosial dan dakwah tetap hidup di tengah masyarakat.





