Serapan Anggaran 2025 Capai 91,67 Persen, Pemkot Palembang Siapkan Strategi Kejar PAD 2026

by
Kepala BPKAD Kota Palembang Ahmad Nashir saat menyampaikan capaian realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai 91,67 persen serta strategi optimalisasi PAD melalui program Anti Mager, Selasa (6/1/2026).
Kepala BPKAD Kota Palembang Ahmad Nashir saat menyampaikan capaian realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai 91,67 persen serta strategi optimalisasi PAD melalui program Anti Mager, Selasa (6/1/2026).

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mencatat capaian signifikan dalam pengelolaan keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, realisasi anggaran mencapai Rp4,8 triliun dari total anggaran Rp5,2 triliun atau setara 91,67 persen.

Kepala BPKAD Kota Palembang, Ahmad Nashir, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan peningkatan secara nominal dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun persentase realisasi anggaran pada tahun 2024 tercatat lebih tinggi, nilai realisasi anggaran tahun 2025 mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

BACA JUGA:  Wali Kota Palembang Resmi Buka Turnamen Bola Voli Walikota Cup 2025

“Pada tahun 2024, persentase realisasi memang mencapai 94,96 persen dari total pendapatan Rp4,5 triliun dengan realisasi Rp4,3 triliun. Namun secara nilai, realisasi tahun 2025 lebih besar,” ujar Ahmad Nashir, Selasa (6/1/2026).

Ia merinci, anggaran belanja daerah Kota Palembang pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp5,3 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi belanja mencapai Rp4,8 triliun.

Angka ini menunjukkan tingkat serapan belanja yang cukup baik dan mencerminkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan publik.

Selain itu, dari sisi pembiayaan netto, Pemkot Palembang menargetkan sebesar Rp67,1 miliar pada tahun 2025. Namun realisasi pembiayaan berhasil melampaui target dengan capaian lebih dari Rp102,1 miliar atau sekitar 152 persen dari yang direncanakan.

BACA JUGA:  Ditpolairud Polda Sumsel Kelola Enceng Gondok Jadi Pupuk dan Pakan Ternak Organik Bernilai Ekonomis

Tak hanya itu, Pemkot Palembang juga mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sebesar Rp79 miliar pada akhir tahun anggaran 2025. Silpa tersebut menjadi modal fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program prioritas pada tahun berikutnya.

Menatap tahun anggaran 2026, Pemkot Palembang telah menetapkan target anggaran sebesar Rp4,6 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menekankan pentingnya optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendekatan pelayanan publik yang lebih proaktif dan inovatif.

Salah satu strategi unggulan yang diusung adalah program “Anti Mager” (Anti Malas Gerak). Program ini mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang untuk tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi aktif turun langsung ke lapangan guna mengidentifikasi potensi PAD yang belum tergarap maksimal.

BACA JUGA:  Pengajian Ramadhan Sumsel 2026: Strategi Ratu Dewa Perkuat Sinergi Pemerintah dan Forkopimda

“ASN kita dorong untuk melihat langsung potensi di lapangan, sehingga peluang peningkatan PAD bisa ditemukan secara nyata,” kata Ratu Dewa dalam beberapa kesempatan.

Sebagai contoh konkret, Pemkot Palembang baru-baru ini melakukan peninjauan ke situs sejarah Goa Jepang. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Karena memang target PAD Palembang tahun 2026 sebesar Rp4,6 triliun, kami terus menggali potensi yang ada di berbagai sektor,” tambah Ahmad Nashir.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mencapai target PAD, Wali Kota Palembang juga telah menerbitkan surat edaran yang memuat tujuh arahan strategis kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *