Surat Edaran Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Muba Tuai Pro dan Kontra

by
Kehadiran ayah saat pengambilan rapor di sekolah diharapkan menjadi momen membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
Kehadiran ayah saat pengambilan rapor di sekolah diharapkan menjadi momen membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
BACA JUGA:  Resmi Dibuka! 326 Calon Bintara TNI AD Digembleng di Lahat, Ini Pesan Tegas Pangdam II/Sriwijaya

“Bagi ayah yang bekerja di luar kota atau tidak memungkinkan hadir, pengambilan rapor dapat diwakilkan oleh ibu atau wali sah lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, untuk keluarga broken home, Yayan menekankan bahwa kepentingan terbaik anak tetap menjadi prioritas utama.

Pendampingan pengambilan rapor dapat dilakukan oleh orang tua atau anggota keluarga yang menjadi pengasuh utama anak.

Gerakan ini, lanjut Yayan, tidak dimaksudkan untuk menambah beban orang tua, melainkan sebagai ajakan moral agar ayah dapat meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk hadir dan memberi dukungan kepada anak.

BACA JUGA:  Resmi! 7 Dai 3T Dikirim ke Empat Lawang, Dapat Bantuan Rp6 Juta per Orang

“Harapannya, gerakan ini menjadi budaya positif, bukan sumber kegelisahan. Kehadiran ayah, meski sesekali, memiliki dampak besar bagi kepercayaan diri dan motivasi belajar anak,” pungkasnya.

Dengan penjelasan tersebut, Dinas Pendidikan Muba berharap masyarakat dapat memahami esensi kebijakan secara utuh, sehingga tujuan mulia memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *