Fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting guna mendukung pencapaian target lifting minyak nasional yang terus ditingkatkan.
Dengan memaksimalkan potensi lapangan mature, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak serta menjaga stabilitas pasokan energi domestik di tengah dinamika global.
Djoko Siswanto turut menekankan pentingnya penerapan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) dalam seluruh tahapan kegiatan.
Keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.
Potensi Tambahan Produksi dan Cadangan
Lapangan Meruap merupakan lapangan milik Pertamina EP yang dikerjasamakan dengan BWP Meruap melalui skema Kerja Sama Operasi sejak Juli 2014.
Pada tahap produksi primer, lapangan ini pernah mencapai produksi puncak sekitar 5.000 barel minyak per hari (BOPD). Sementara pada tahap sekunder, produksinya berada di kisaran 2.500 BOPD.
Melalui penerapan field trial injeksi chemical pertama di wilayah KSO ini, diharapkan terjadi peningkatan perolehan hidrokarbon yang dapat diproduksikan secara ekonomis hingga sekitar ±16%. Program ini melibatkan total 16 sumur, terdiri dari 3 sumur injeksi dan 13 sumur produksi.
Selain itu, kegiatan ini ditargetkan memberikan tambahan cadangan sekitar 50 ribu barel minyak.
Produksi incremental diproyeksikan mencapai 280 BOPD, atau meningkat sekitar 50% dari baseline produksi untuk ketiga pattern tersebut.
Jika hasil uji coba ini menunjukkan kinerja positif, maka implementasi skala penuh dapat dilakukan dan berpotensi direplikasi di berbagai lapangan mature lainnya di Indonesia.
Optimisme Baru untuk Ketahanan Energi Nasional
Peresmian Field Trial Injeksi Chemical Lapangan Meruap menjadi simbol optimisme baru bagi industri hulu migas nasional.
Di tengah tantangan penurunan alami produksi dan tekanan global terhadap sektor energi fosil, inovasi teknologi menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi.
Kolaborasi antara SKK Migas, Pertamina EP, dan mitra KSO menunjukkan bahwa optimalisasi lapangan tua masih memiliki potensi signifikan apabila didukung teknologi yang tepat serta manajemen yang efisien.
Keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Field Trial Injeksi Chemical Lapangan Meruap pun diharapkan menjadi role model dalam transformasi pengelolaan lapangan mature di Indonesia.





