Kementerian ESDM dan SKK Migas Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar

by
Kementerian ESDM bersama SKK Migas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar melalui pengiriman kargo udara.
Kementerian ESDM bersama SKK Migas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar melalui pengiriman kargo udara.

BAYANAKA.CO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah dan industri hulu migas dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana alam.

Penyaluran bantuan dilakukan setelah Kementerian ESDM dan SKK Migas berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta posko-posko penanganan darurat di masing-masing wilayah terdampak.

Koordinasi ini bertujuan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.

BACA JUGA:  Takbiran Berbarengan Nyepi 2026? Ini Aturan Resmi Kemenag yang Wajib Diketahui Umat Muslim

Adapun bantuan kemanusiaan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan dasar dan sarana pendukung penanganan bencana.

Bantuan tersebut antara lain berupa genset untuk menunjang kebutuhan listrik darurat, paket sembako dan bahan pangan siap saji, air mineral serta perlengkapan sanitasi, selimut, tenda keluarga, matras, perlengkapan bayi, perlengkapan kesehatan dan obat-obatan, hingga peralatan kebersihan untuk mendukung pemulihan pascabencana.

Selain itu, disalurkan pula dukungan logistik tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing lokasi terdampak.

Bantuan kemanusiaan tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melalui armada kargo udara di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

BACA JUGA:  Pesan Penting Menag Nasaruddin Umar di Nuzulul Qur’an Istana Negara: Persatuan Bangsa Kunci Indonesia Damai

Pengiriman bantuan melalui jalur udara dipilih untuk memastikan bantuan dapat segera menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses akibat terputusnya jalur transportasi darat dampak banjir dan longsor.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kontribusi ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dan sektor energi dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, tetapi juga untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan proses pemulihan di lapangan.

“Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian Kementerian ESDM bersama SKK Migas serta KKKS terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa negara hadir untuk membantu warga yang terdampak, sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat dan pemulihan kondisi di lapangan,” ujar Yuliot Tanjung, Rabu (11/12).

BACA JUGA:  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tinjau Pembersihan Sekolah dan Masjid Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Yuliot menambahkan, dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat material, tetapi juga menjadi simbol solidaritas serta komitmen jangka panjang sektor energi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *