PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan meninjau langsung kondisi jembatan rusak di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Rabu (17/12/2025).
Peninjauan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam memastikan keselamatan warga sekaligus menjamin kelancaran mobilitas masyarakat yang bergantung pada akses penghubung tersebut.
Jembatan yang ditinjau merupakan jalur alternatif penting bagi warga Silaberanti dan kawasan 16 Ulu. Setiap harinya, jembatan ini ramai dilalui kendaraan, terutama sepeda motor, karena menjadi akses terdekat menuju flyover Jakabaring serta Pasar Induk Jakabaring. Namun, kondisi jembatan yang telah termakan usia menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.
Dalam kunjungannya, Prima Salam menegaskan bahwa Pemkot Palembang tidak akan tinggal diam terhadap persoalan infrastruktur yang menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat.
Ia memastikan pembangunan jembatan permanen akan segera direalisasikan pada tahun 2026 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang.
“Alhamdulillah, jembatan ini langsung kita realisasikan. Ini akses vital yang dilalui warga dari empat RT, sehingga harus dibangun permanen dan aman,” tegas Prima di hadapan warga dan perangkat kelurahan.
Prima menjelaskan, jembatan permanen yang direncanakan akan memiliki panjang sekitar 87 meter dan lebar 1,8 meter. Pembangunan fisik dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Januari 2026.
Dengan spesifikasi tersebut, jembatan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna, khususnya pengendara roda dua yang selama ini mendominasi arus lalu lintas di lokasi tersebut.
Selain itu, ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan merupakan prioritas Pemkot Palembang karena berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Akses yang baik dan aman diyakini akan memperlancar distribusi barang, mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Jakabaring dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua RT 41 Kelurahan Silaberanti, Nirwana, menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan Wakil Wali Kota Palembang. Menurutnya, jembatan tersebut telah digunakan oleh warga selama kurang lebih 10 tahun dan kini kondisinya semakin mengkhawatirkan.
“Ini jalan pintas warga. Keluar langsung ke flyover dan akses ke Pasar Induk Jakabaring. Sejak pagi ramai dilintasi,” ujarnya.
Nirwana menjelaskan, jika jembatan tidak dapat dilalui, warga terpaksa harus memutar cukup jauh melalui flyover, yang tentunya memakan waktu dan biaya lebih besar. Tidak hanya warga RT 41, setidaknya tiga RW dan empat RT sangat bergantung pada jembatan tersebut.





