PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Pemerintah Kota Palembang terus mendorong optimalisasi aset strategis sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infrastruktur kota.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui audiensi antara Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dan General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, yang berlangsung pada Senin (5/1/2026) di Ruang Audiensi Lantai 8 Kantor Sekretariat Daerah Kota Palembang.
Audiensi tersebut membahas rencana pemanfaatan aset milik PT Pelindo seluas kurang lebih 200 hektare yang berada di kawasan Sungai Lais, Palembang.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kota Palembang, di antaranya Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyambut baik rencana pemanfaatan aset tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pengelolaan aset strategis.
Menurutnya, kolaborasi yang solid akan memberikan dampak positif bagi pembangunan kota secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini aset PT Pelindo di kawasan Sungai Lais masih berada dalam tahap penyusunan feasibility study (FS). Studi kelayakan tersebut akan menjadi dasar perencanaan untuk menentukan konsep dan arah pengembangan kawasan ke depan.
“Tadi saya sudah minta untuk dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Kota, baik itu dengan Dinas Perhubungan maupun Dinas PUPR,” ujar Ratu Dewa usai audiensi.
Lebih lanjut, Ratu Dewa menyoroti pentingnya pembukaan akses jalan menuju kawasan Sungai Lais. Selama ini, aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintasi kawasan Bom Baru kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Yang penting buat kita adalah membuka akses ke sana, sehingga tidak terjadi lagi krodit mobil-mobil bertonase besar yang masuk ke Bom Baru,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Ratu Dewa mengusulkan pembangunan jalan lingkar timur. Menurutnya, keberadaan jalan tersebut tidak hanya mampu mengurai kemacetan, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi logistik serta aktivitas industri di masa mendatang.
“Jika dilakukan pembuatan jalan lingkar timur, tingkat kemacetan bisa berkurang. Dan itu bisa menjadi solusi,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Palembang bersama PT Pelindo berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD). Forum ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas secara lebih detail rencana pembukaan akses dan pengembangan kawasan Sungai Lais.





