Selain itu, Dewi Sastrani juga menginstruksikan kepada seluruh kader PKK dan tim pendamping keluarga untuk memperkuat kolaborasi di tingkat RT dan RW. Sinergi ini dinilai penting agar program dapat berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Dorongan Jadi Wilayah Percontohan
Kelurahan Sri Mulya diharapkan dapat menjadi wilayah percontohan dalam implementasi program keluarga tangguh bencana.
Dewi Sastrani menekankan pentingnya peran aktif kader dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.
“Kader PKK harus proaktif. Lakukan pendekatan kepada warga, ajak mereka terlibat. Kita ingin wilayah ini menjadi contoh yang nantinya bisa diterapkan di kelurahan lain di Palembang,” tambahnya.
Dengan pendekatan yang partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi objek program, tetapi juga subjek yang berperan aktif dalam setiap kegiatan.
Dampak Positif bagi Kualitas Hidup Masyarakat
Melalui penguatan program Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana, diharapkan terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Keluarga yang sehat dan tangguh akan lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat, sekaligus mampu menjaga kesejahteraan anggota keluarganya.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, resilien, dan berdaya saing tinggi.
Dengan sinergi antara kader PKK dan masyarakat, target peningkatan kualitas SDM di Kota Palembang bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
Ke depan, keberhasilan program ini di Kelurahan Sri Mulya diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat Kota Palembang.





